Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti-wanti PHK
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Susu formula. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Keamanan pangan bayi menjadi perhatian utama otoritas kesehatan global setelah muncul peringatan internasional terkait produk susu formula impor. Menyikapi hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta PT Nestlé Indonesia menarik produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran.
Permintaan penarikan itu menyusul notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) serta The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) mengenai peringatan keamanan pangan global terhadap produk formula bayi.
BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1, susu formula bayi untuk usia 0–6 bulan, dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 agar segera menghentikan penggunaan produk tersebut.
“Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran,” demikian penjelasan publik BPOM yang dikutip dari laman resminya, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, BPOM menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan maupun mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk susu S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan.
BPOM menjelaskan, penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA-Pabrik Konolfingen, Swiss di sejumlah negara disebabkan adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi.
Lebih lanjut, BPOM menyatakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan pengguna produk formula bayi tersebut.
“BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut,” tulis BPOM.
Sejalan dengan langkah tersebut, BPOM menyampaikan PT Nestlé Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap seluruh produk formula bayi dengan nomor bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM.
Kendati begitu, BPOM menyebut hasil pengujian terhadap sampel produk dari dua bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi dengan batas kuantifikasi (limit of quantitation/LoQ) <0,20 µg/kg.
“Hingga penjelasan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut,” ungkap BPOM.
Adapun toksin cereulide merupakan zat berbahaya yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas dan tidak dapat dimusnahkan atau dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun pemasakan biasa.
“Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, dengan gejala antara lain muntah parah atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa,” kata BPOM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
GORA BANGSA menjadi strategi baru Dinpar Kulonprogo untuk meningkatkan PAD pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi layanan.
Jadwal Angkutan KSPN Jogja 30 Juni 2026 melayani rute Malioboro-Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap rute YIA–Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay menyingkirkan Jerman lewat adu penalti 4-3 usai bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Mandatori B50 dinilai berpotensi menaikkan biaya perawatan mesin diesel, tetapi mampu mengurangi impor BBM dan memperkuat industri sawit nasional.