Advertisement

Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza

Newswire
Rabu, 14 Januari 2026 - 13:47 WIB
Maya Herawati
Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza Masyarakat Malaysia berunjuk rasa di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (3/10/2025). Mereka menuntut AS menggunakan pengaruhnya untuk mendesak Israel membebaskan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan membiarkan penyaluran bantuan masuk ke Gaza. - ANTARA - Rangga Pandu Asmara Jingga.

Advertisement

Harianjogja.com, ISTANBUL—Gelombang solidaritas internasional untuk Palestina kembali menguat setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memastikan negaranya akan terlibat langsung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza. Keterlibatan ini menegaskan posisi Malaysia sebagai salah satu negara yang konsisten membela hak-hak rakyat Palestina di tengah blokade berkepanjangan.

Pemerintah Malaysia, kata Anwar, “akan terlibat secara langsung” dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang melibatkan lebih dari 80 negara. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Facebook resminya pada Selasa (13/1/2026).

Advertisement

Komitmen itu juga ditegaskan Anwar saat bertemu Direktur Jenderal Sumud Nusantara Command Center, Sani Araby, serta pendiri Sumud Nusantara, Nadir Al-Nuri. Dalam pertemuan tersebut, Anwar menyatakan bahwa negaranya siap mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk membantu dan membela hak-hak rakyat Palestina. Keadilan tidak dapat ditunda lagi, demi Palestina yang bermartabat dan merdeka,” katanya.

Menurut Anwar, partisipasi langsung Malaysia dalam misi ini merupakan kelanjutan dari perjuangan moral internasional yang menuntut keberanian menegakkan keadilan dan hak-hak kemanusiaan, tanpa memandang batas negara, ras, maupun agama.

Sebelumnya, Israel berulang kali menyerang kapal-kapal yang berlayar menuju Jalur Gaza. Sejumlah armada bantuan kemanusiaan disita, muatannya dirampas, dan para aktivis yang terlibat dideportasi.

Pada Oktober lalu, angkatan laut Israel menyerang dan menyita lebih dari 40 kapal yang menjadi bagian dari armada Global Sumud menuju Gaza. Tel Aviv juga menahan lebih dari 450 aktivis yang berada di kapal-kapal tersebut. Banyak di antara mereka kemudian menceritakan pengalaman mengerikan terkait perlakuan kasar yang dialami.

Israel telah memberlakukan blokade atas Gaza, wilayah yang dihuni hampir 2,4 juta jiwa, selama hampir 18 tahun. Pengepungan itu diperketat pada Maret lalu ketika penyeberangan perbatasan ditutup dan pengiriman makanan serta obat-obatan diblokir, mendorong wilayah tersebut ke ambang bencana kelaparan.

Genosida Israel di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun hingga perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu. Gencatan senjata tersebut menghentikan perang yang menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta meninggalkan Gaza dalam kondisi hancur lebur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jumlah Pernikahan di Bantul Terus Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Jumlah Pernikahan di Bantul Terus Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Bantul
| Rabu, 14 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement