Studi: Obat Kumur Mampu Basmi Covid-19 Dalam 30 Detik

Ilustrasi berkumur - JIBI/Bisnis.com
18 November 2020 13:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti dari Universitas Cardiff menyebut obat kumur dapat membasmi virus Corona dalam waktu 30 detik. 

Laporan para peneliti mengatakan bahwa obat kumur yang mengandung setidaknya 0,07 persen cetypyridinium chloride (CPC) menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan untuk dapat memerangi Covid-19.

Laporan khasiat virucidal dari komponen pembilas mulut terhadap SARS-CoV-2 in vitro ini mendukung penelitian lain yang diterbitkan minggu lalu yang menemukan obat kumur berbasis BPK efektif dalam mengurangi viral load Covid-19.

Tes terbaru dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium universitas dan meniru kondisi saluran hidung atau orofaring seseorang yang menggunakan merek obat kumur termasuk Dentyl. Uji klinis selanjutnya akan memeriksa seberapa efektif obat kumur dalam mengurangi viral load dalam air liur pasien Covid-19 di University Hospital of Wales di Cardiff, yang hasilnya akan dipublikasikan pada paruh pertama 2021.

Dentyl adalah satu-satunya merek obat kumur Inggris yang ikut serta dalam uji klinis 12 minggu, yang dipimpin oleh Profesor David Thomas dari Universitas Cardiff dan berjudul "Pengukuran aktivitas anti-virus obat kumur terhadap Covid-19".

"Meskipun obat kumur ini sangat efektif membasmi virus di laboratorium, kami perlu melihat apakah obat tersebut bekerja pada pasien dan inilah tujuan dari studi klinis kami yang sedang berlangsung," tutur Thomas seperti dilansir Express UK, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya perlu uji klinis skala besar untuk melihat efikasi dari obat kumur ini. "Namun, studi klinis yang sedang berlangsung akan menunjukkan kepada kita berapa lama efeknya bertahan, setelah pemberian obat kumur tunggal pada pasien dengan Covid-19," imbuhnya.

Dia menambahkan meskipun studi invitro sangat menggembirakan dan merupakan langkah positif, lebih banyak penelitian klinis jelas dibutuhkan. "Kami perlu memahami apakah efek obat kumur yang dijual bebas pada virus Covid-19 yang dicapai di laboratorium dapat direproduksi pada pasien, dan kami berharap dapat menyelesaikan uji klinis kami pada awal 2021," pungkasnya.

Dr Nick Claydon, spesialis periodontologi yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan dia yakin penelitian itu sangat berharga. "Jika hasil positif ini tercermin dalam uji klinis Universitas Cardiff, obat kumur berbasis BPK seperti Dentyl yang digunakan dalam penelitian invitro dapat menjadi tambahan penting untuk rutinitas orang, bersama dengan mencuci tangan, menjaga jarak secara fisik dan memakai masker, baik sekarang maupun di masa depan," sebutnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia