Maulid Nabi di Markas FPI Dihadiri 10.000 Orang, Lurah Petamburan Imbau Prokes Lewat Spanduk

Massa Front Pembela Islam (FPI) yang menanti kepulangan Imam Besar Rizieq Shihab di tikungan Jalan Letjen S Parman menuju Jalan KS Tubun, Jakarta, Selasa (10/11/2020). - Antara
13 November 2020 19:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Lurah Petamburan Setiyanto mengatakan pihaknya mengandalkan spanduk untuk menegakkan protokol kesehatan terkait rencana Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Front Pembela Islam (FPI) pada Sabtu (14/11/2020).

Berdasarkan surat izin yang diterima Setiyanto, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 10.000 orang di Markas Besar FPI. Persisnya, di Jalan KS Tubun Raya Petamburan III, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Karena banyaknya orang paling kita hanya bisa mengimbau melalui spanduk untuk penerapan 3M [protokol kesehatan]. Penggunaan masker sih yang mungkin bisa lebih diginiin,” kata Setiyanto melalui sambungan telepon pada Jumat (13/11/2020).

BACA JUGA : FPI Bakal Gelar Maulid Nabi di Petamburan, Ini Respons

Dia menambahkan panitia penyelenggara juga menyiapkan masker untuk jemaah yang alfa membawa masker di lokasi. Di sisi lain, dia bercerita, saat ini panitia penyelenggara tengah memasang tenda untuk acara tersebut.

“Sekarang proses pemasangan tenda sudah dari kemarin mungkin dilanjutkan malam ini,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan surat yang beredar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut dijadwalkan hadir sebagai saksi nikah putri Rizieq Shihab. Hanya saja, Setiyanto mengaku, belum mendapat informasi ihwal kehadiran Anies pada acara Maulid Nabi dan pernikahan putri dari Imam Besar FPI itu.

“Saya belum tahu kalau soal itu,” kata dia.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya tidak melarang Rizieq Shihab dan FPI menggelar kegiatan Maulid Nabi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

BACA JUGA : Sudah Tiba di Indonesia, Rizieq Shihab Akan Nikahkan 

Ariza beralasan kegiatan keagamaan sudah dapat dilaksanakan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.

“Memang sekarang ini lagi Maulid, memang dimungkinkan Maulid di masjid-masjid, cuma yang kami minta, imbau agar pelaksanaan maulid tetap memperhatikan protokol Covid-19,” kata dia.

Di sisi lain, dia bercerita, sudah sempat dua kali mengikuti maulid selama PSBB transisi. “Jumlahnya dibatasi,” tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia