Advertisement
Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Tembus 144 Juta Orang
Mudik Lebaran. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA—Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah berdasarkan hasil survei nasional. Pemerintah menyiapkan berbagai strategi transportasi untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang, namun pemerintah tetap mengantisipasi kenaikan karena pada tahun lalu realisasi pemudik melampaui hasil survei.
Advertisement
“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy seusai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan operasional posko angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 guna mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, serta perkeretaapian selama periode arus mudik dan balik.
BACA JUGA
Menurut Dudy, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan pemerintah, termasuk pembatasan operasional angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan yang mengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi selama periode mudik Lebaran 2026.
Terkait bertepatan dengan perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy menyampaikan penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara dengan penerapan sistem penundaan perjalanan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone) bagi kendaraan yang terdampak.
“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujar dia.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik serta 25–26 Maret untuk arus balik, yang telah disetujui Presiden bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
"Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin," ujar dia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar di seluruh moda transportasi.
"Kami membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan," kata Khofifah.
Prediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 yang mencapai sekitar 144 juta orang ini menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan berbagai kebijakan transportasi nasional, termasuk pengaturan lalu lintas, operasional angkutan, serta koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik dan arus balik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement






