Jangan Sembarangan Buang Masker Sekali Pakai

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
08 November 2020 21:17 WIB Rivki Maulana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penggunaan masker menjadi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Masker sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19.

Masker yang digunakan masyarakat pada umumnya terbagi menjadi masker sekali pakai dan masker yang bisa digunakan berulang kali. Penggunaan masker sekali pakai secara langsung akan meningkatkan jumlah limbah atau sampah.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memisahkan masker yang sudah terpakai dengan sampah rumah tangga. Kementerian Kesehatan melansir, ada tips yang bisa diterapkan saat membuang masker sekali pakai.

  • Pertama, lepaskan masker melalui tali belakang.
  • Kemudian lipat masker yang akan dibuang.
  • Jangan lupa untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke masker yang akan dibuang. 
  • Masker juga perlu bisa dipotong menjadi beberapa bagian sebelum dibuang ke tempat sampah yang tertutup. 
  • Setelah membuang masker, cuci tangan menggunakan sabun. 

Kementerian Kesehatan sebelumnya melansir penggunaan masker untuk mencegah penularan Covid-19 tidak bisa sembarangan. Ada tiga jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain.

Masker N95 memiliki standard tinggi karena kerap dipakai petugas kesehatan yang berhadapan langsung dengan virus di laboratorium.

Sementara itu, masker bisa juga sudah biasa dipakai tenaga medis sehingga memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk mencegah penyebaran virus.

Adapun masker kain tidak seluruhnya direkomendasikan, terutama masker kain tipis seperti scuba dan buff. Untuk itu, masker kain sedikitnya harus terdiri dari tiga lapis.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro sebelumnya mengatakan masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki 3 lapisan kain. 

Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti katun, kemudian dilapisi oleh kain yang bisa mendukung filtrasi lebih optimal. Untuk lapisan kedua ini bisa juga menggunakan katun atau polyester.

Lapisan ketiga atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan hidrofobik atau bersifat anti air seperti terbuat dari polypropylene.

"Masker kain ini dapat dicuci dan dipakai kembali. Oleh karena itu pencucian dan penyimpanan harus tepat," katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia