14 Relawan Mundur dari Uji Vaksin Sinovac-Unpad, Alasannya Begini...

Pukesmas Garuda di Jl. Dadali No.81 Kota Bandung menjadi salah satu dari empat Puskemas Kota Bandung yang menjadi lokasi uji coba penyutikan Vaksin Covid - 19 dari Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma. Tiga Puskmas lainnya adalah Sukapakir, Ciumbuleuti, Dago. Foto: Google Maps
28 Oktober 2020 12:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Vaksin Covid-19 yang tengah uji klinis diklaim cukup aman. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran (Unpad) Kusnandi Rusmil menyampaikan sejauh ini tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan masyarakat kepada sejumlah relawan yang telah diimunisasi.

Kusnandi menceritakan, bahwa selama proses uji klinis, pemeriksaan dilakukan rutin terhadap setiap relawan. Darah seluruh relawan diperiksa sebelum uji coba vaksinasi, dua pekan setelah vaksinasi, dan 6 bulan setelah vaksinasi.

“Selain itu dilakukan tanya jawab, memeriksa lagi semua kesehatan. Dari semua itu sampai sekarang belum ada yang sangat di luar perkiraan. Semua dalam perkiraan,” katanya seperti ditayangkan akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (27/10/2020).

Dia melanjutkan, ada 14 relawan mengundurkan diri. Namun, tidak berkaitan dengan dampak vaksinasi.

“Tujuh [orang] itu kerjaannya pindah, tujuh orang lagi sakit, tidak berhubungan dengan imunisasi, ada yang flu berat, dan sebagainya,” jelas Kusnandi.

Kusnandi memimpin uji klinisi tahap 3 calon vaksin Covid-19  hasil kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan perusahaan asal China, Sinovac. Penelitian ini dilakukan di Bandung, Jawa Barat dengan jumlah relawan sebanyak 1.620 orang.

Kusnandi sendiri adalah seorang pengajar di Universitas Padjadjaran yang memiliki fokus bidang imunisasi. Sejak 1990 hingga saat ini, dia telah ikut dalam 32 kali uji klinis vaksin.

Sementara itu, Bio Farma, kata Kusnandi, bukan anak baru dalam hal produksi vaksin. Pabrik perusahaan pelat merah ini telah beroperasi sejak zaman penjajahan Belanda.

“Sekarang sudah ekspor ke banyak negara,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bio Farma telah mengajukan kebutuhan anggaran Rp45,5 triliun untuk pengadaan 260 juta dosis vaksin Sinovac. Perusahaan berpelat merah ini membutuhkan Rp3,6 triliun untuk pembayaran uang muka pertama pada bulan ini, Oktober.

Pengadaan vaksin akan dipenuhi oleh Bio Farma dalam 12 tahap. Fase pertama pada November 2020, di mana Bio Farma akan menyediakan 15 juta dosis vaksin Sinovac.

Selanjutnya, Bio Farma memperkirakan ada 10 juta dosis vaksin Covid-19 pada 5 Januari 2021, 20 juta dosis vaksin 28 Januari 2021, 5 juta dosis pada 26 Februari 2021, dan 32 juta dosis pada 29 Maret 2021.

Adapun pemerintah telah membuat peta jalan vaksinasi vaksin Covid-19. Sebanyak 160 juta orang akan menjadi prioritas hingga 2021.

Sumber : bisnis.com