Eropa Masuk Musim Dingin, Kasus Covid-19 Melonjak

Ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Oktober 2020 10:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Benua Eropa mulai masuk musim dingin. Musim ini menjadi tantangan tersendiri di warga setempat terhadap penularan virus corona. Sejumlah negara disebut kewalahan menghadapi peningkatan infeksi pada awal musim dingin.

Update Covid-19 global seperti dikutip dari situs worldometers, Eropa memiliki kasus baru terbanyak di antara benua lain dengan mencapai 139.674 infeksi baru pada Rabu (14/10/2020). Paling banyak infeksi baru terjadi di Perancis dengan jumlah 22.591 orang.

Ketika kasus-kasus di Perancis meningkat pesat, Presiden Emmanuel Macron mengumumkan jam malam yang berlaku selama empat minggu di Paris dan kota-kota besar lainnya.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Gunungkidul Bertambah Tujuh Kasus

Semula, sebagian besar pemerintah Eropa telah mengurangi penguncian selama musim panas untuk mulai menghidupkan kembali ekonomi yang sudah terpukul oleh gelombang pertama pandemi virus corona. Tetapi kembalinya aktivitas normal memicu lonjakan tajam kasus di seluruh benua.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia dan para pemimpin 16 negara bagian Jerman sepakat tentang tindakan yang lebih keras.

"Kami sudah dalam fase pertumbuhan eksponensial, angka harian menunjukkan itu," katanya dikutip dari Channel News Asia.

Baca juga: Ini Potensi Bencana Dampak La Nina di Sleman

Bahkan Paus Fransiskus juga tunduk pada aturan baru virus corona, menjaga jarak yang aman dari simpatisan pada audiensi mingguannya pada hari Rabu.

Di Lisbon, penggemar sepak bola tidak terkejut setelah kapten Portugal Cristiano Ronaldo dinyatakan positif mengidap virus, dengan mengatakan itu hanya menunjukkan semua orang berisiko terinfeksi.

Republik Ceko, dengan tingkat per kapita terburuk di Eropa, telah mengalihkan sekolah ke pembelajaran jarak jauh dan berencana untuk melibatkan ribuan mahasiswa kedokteran. Rumah sakit memotong prosedur medis yang tidak mendesak untuk mengosongkan tempat tidur.

Polandia meningkatkan pelatihan untuk perawat dan mempertimbangkan untuk membuat rumah sakit lapangan militer.

Rusia, yang mencatat rekor peningkatan kasus setiap hari, telah memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin kedua yang dikembangkan oleh Vector Institute di Siberia dan menyelesaikan uji coba tahap awal pada manusia bulan lalu. Namun, hasilnya belum dipublikasikan dan uji coba skala besar, yang dikenal sebagai fase 3, belum dimulai.

"Kami perlu meningkatkan produksi vaksin pertama dan kedua. Kami terus bekerja sama dengan mitra asing kami dan akan mempromosikan vaksin kami ke luar negeri," kata Putin dalam komentar yang disiarkan di TV pemerintah.

Rusia memiliki kasus Covid-19 paling banyak di Eropa, yaitu 1.340.409 infeksi dengan 23.205 jiwa kematian dan 1.039.705 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan angka kematian paling banyak terjadi di Inggris, yaitu sejumlah 43.155 jiwa dari 654.644 total infeksi virus corona.

Di Eropa tercatat total seluruh kasus lebih dari 6,39 juta infeksi virus. Sedangkan secara global, kasus Covid-19 mencapai 38.729.174 tersebar di 215 negara.

Sumber : Suara.com