Advertisement
WFP: Somalia Terancam Kelaparan Massal
Zeinab, 14, duduk dia memegang keponakannya di sebuah kamp untuk para pengungsi internal dari daerah-daerah yang dilanda kekeringan di Dollow, Somalia. - REUTERS/Zohra Bensemra
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Krisis pangan Somalia 2026 kian memburuk setelah Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan ancaman kelaparan massal yang berpotensi menjadi bencana nasional apabila pendanaan darurat tidak segera terpenuhi. Seperempat populasi negara di Tanduk Afrika itu kini berada dalam kondisi rawan pangan tingkat kritis.
Melalui pernyataan resmi di akun X @WFP, World Food Programme menyebut Somalia menghadapi salah satu krisis pangan paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi gagal panen akibat dua musim hujan yang tidak berhasil, konflik berkepanjangan, serta pengungsian besar-besaran memperparah situasi kemanusiaan.
Advertisement
Peringatan keras itu disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa pada Jumat (20/2/2026). Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WFP, Ross Smith, menegaskan bahwa dunia internasional tidak bisa lagi mengabaikan sinyal peringatan dini yang muncul.
"Saat ini, kami berada di ambang momen yang sangat menentukan," ujar Smith.
BACA JUGA
Data terbaru menunjukkan sekitar 4,4 juta warga Somalia menghadapi kelaparan kategori krisis. WFP memperingatkan seluruh program bantuan nutrisi dapat terhenti dalam hitungan minggu jika dukungan dana tambahan tidak segera tersedia.
Kelompok paling terdampak adalah anak-anak. Hampir dua juta balita mengalami malnutrisi akut, dengan lebih dari 400.000 anak masuk kategori malnutrisi akut berat yang mengancam jiwa. Dalam lima bulan terakhir, sekitar 500.000 orang terpaksa mengungsi demi mencari akses air bersih dan pangan.
Keterbatasan anggaran memaksa World Food Programme memangkas jangkauan bantuan secara drastis. Saat ini hanya 640.000 orang yang dapat dilayani, turun tajam dibandingkan 2,2 juta penerima manfaat pada periode sama tahun sebelumnya. Dukungan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui bahkan merosot lebih dari 75 persen.
"Tanpa tindakan mendesak, kami mungkin tidak dapat menjangkau kelompok paling rentan tepat waktu, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak," kata Smith.
WFP memperkirakan kebutuhan dana mencapai 95 juta dolar AS agar bantuan kemanusiaan dapat berjalan hingga Agustus 2026. Jika dana tidak segera dihimpun, operasional berisiko lumpuh mulai April mendatang. Situasi ini membangkitkan ingatan pada tragedi kelaparan besar 2011 yang menelan ratusan ribu korban jiwa.
Seusai pemerintah Somalia menetapkan status darurat kekeringan nasional pada November lalu, WFP menegaskan infrastruktur distribusi bantuan sebenarnya telah siap di lapangan. Namun tanpa komitmen finansial dari komunitas donor internasional, krisis pangan Somalia 2026 dikhawatirkan berkembang menjadi tragedi kemanusiaan berskala lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
Advertisement
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Terminal Giwangan Jogja Naik 15 Persen
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Banyumas Guyur Bantuan Pangan untuk Warga di Banyumas Raya
- Info Mudik 2026, Puluhan Ribu Orang Mulai Tinggalkan Bali Menuju Jawa
- Konsumsi Multivitamin Harian Berpotensi Memperlambat Penuaan
- Pantauan Jalur Selatan Jateng Pemudik Mulai Padati Simpang Wangon
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
- Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







