Advertisement
Wabah Distemper Tewaskan 72 Harimau di Thailand
Harimau Sumatra. - Bisnis Indonesia/Andi Rambe
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Sebanyak 72 harimau di Tiger Kingdom, Chiang Mai, dilaporkan mati akibat serangan virus distemper yang sangat menular dan memicu sorotan internasional.
Laporan AFP pada Minggu (22/2/2026) menyebutkan otoritas peternakan Provinsi Chiang Mai mengonfirmasi kematian massal predator tersebut dipicu kombinasi bakteri saluran pernapasan dan virus distemper anjing (canine distemper virus/CDV). Penyakit dari keluarga Paramyxoviridae itu dikenal sangat menular dan memiliki tingkat fatalitas tinggi pada karnivora besar.
Advertisement
Kematian puluhan satwa dilaporkan terjadi di Tiger Kingdom yang berlokasi di Chiang Mai, destinasi wisata yang populer bagi turis mancanegara. Otoritas setempat menyatakan proses investigasi epidemiologi masih berlangsung untuk memastikan pola penyebaran virus di area kandang.
Direktur Departemen Peternakan Nasional Thailand, Somchuan Ratanamungklanon, menjelaskan tantangan utama penanganan terletak pada karakter alami harimau yang cenderung menyembunyikan kondisi lemah.
BACA JUGA
"Ketika harimau jatuh sakit, lebih sulit untuk mendeteksinya daripada pada hewan seperti kucing atau anjing," jelas Somchuan kepada media lokal.
Ia menambahkan bahwa gejala sering kali baru teridentifikasi saat kondisi sudah memasuki fase kritis. "Pada saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat," ujarnya.
Insiden ini memicu reaksi keras dari PETA Asia. Organisasi tersebut menilai kasus di Chiang Mai mencerminkan lemahnya standar kesejahteraan satwa dalam kurungan.
"Harimau-harimau ini mati seperti cara mereka hidup, dalam kesengsaraan, kurungan, dan ketakutan," demikian pernyataan PETA Asia.
Mereka juga menyerukan boikot terhadap destinasi wisata yang memperbolehkan interaksi langsung dengan satwa liar. "Jika wisatawan menjauh, tempat-tempat ini akan cepat menjadi tidak menguntungkan, dan tragedi seperti ini akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi," lanjut pernyataan tersebut.
Secara medis, virus distemper menyebar melalui droplet udara, kontak langsung, maupun peralatan kandang yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam tinggi, penurunan nafsu makan, batuk, hingga gangguan sistem saraf pusat seperti kejang dan kelumpuhan. Hingga kini belum tersedia terapi antivirus spesifik untuk mematikan CDV, sehingga pencegahan melalui vaksinasi rutin menjadi langkah utama pengendalian wabah.
Otoritas menegaskan virus ini tidak bersifat zoonotik sehingga tidak menular ke manusia. Namun, wisatawan dan pekerja tetap diimbau menjaga kebersihan tangan serta perlengkapan seusai berinteraksi dengan satwa guna mencegah potensi penyebaran tidak langsung. Tragedi 72 harimau mati di Chiang Mai ini menjadi peringatan serius bagi pengelola penangkaran satwa liar untuk memperketat sistem biosekuriti dan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cuaca DIY Minggu 22 Februari 2026: Hujan Ringan Pada Siang Hari
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Penumpang Bandara YIA Bisa Naik DAMRI ke Sleman dan Jogja, Ini Jadwaln
- Putusan MA Batasi Wewenang, Trump Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen
- Riset Ungkap Puasa Ramadan Perbaiki Metabolisme dan Otak
- Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Tembus Rp3 Juta per Gram
- Haedar Nashir Soroti Reformasi Polri, Tekankan Pembenahan Internal
- Jangan Lewatkan, SIM Keliling Sleman Buka Sabtu Malam 21 Februari 2026
- Ekspor DIY Desember 2025 Turun, Industri Pengolahan Tertekan
Advertisement
Advertisement







