Banyak Dokter Tertular Covid-19 dari OTG

Dokter di rumah sakit darurat Covid-19 RS Pertamina Jaya Jakarta menggunakan alat pelindung diri (APD). - Antara/M. Risyal Hidayat
12 Oktober 2020 16:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyimpulkan banyak dokter yang meninggal dunia sebagai pasien Covid-19 karena tertular dari orang tanpa gejala (OTG). Sedikitnya 60 persen dokter yang meninggal dunia adalah dokter umum.

“Padahal mereka tidak langusng berhadapan dengan pasien Covid-19, sehingga dapat kita simpulkan bahwa risiko dokter sangat tinggi. Mereka yang bukan pasien Covid ternyata sudah OTG yang justru menulari para dokter,” kata Doni usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (12/10/2020).

Doni pun menghimbau, setiap saat masyarakat harus menaati protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan.

"Kalau kita sayang dan ingin lindungi dokter, kita harus patuh, disiplin untuk taati protokol kesehatan," ujarnya.

Adapun, dokter dan para tenaga medis, menurut pemerintah, merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, mereka masuk dalam daftar prioritas vaksin pada tahun depan.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan 160 juta orang akan menerima vaksin pada 2021. Selain tenaga medis, aparat hukum dan keamanan, petugas pelayanan publik, hingga masyarakat umum masuk dalam daftar.

Terkait hal itu, pemerintah telah mengamankan 270 juta dosis vaksin virus Corona (Covid-19) untuk tahun depan. Namun, jumlah ini masih kurang dari total kebutuhan awal, yakni 320 juta dosis.

“Dalam perencanaan untuk tahun 2021 itu sudah secure untuk kebutuhan 135 juta orang. Jumlah vaksin sekitar 270 juta untuk 2021. Sisanya nanti terus didorong untuk 2022,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (12/10/2020).

Dia menjabarkan bahwa saat ini tiga perusahaan pembuat vaksin telah menyampaikan komitmen, yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

Pembelian dan penyerahan vaksin akan dilakukan setelah uji klinis tahap 3 rampung. Selain itu, pemerintah juga masih melakukan negosiasi dengan Astra Zeneca, Novavax, Pfizer, dan CEPI terkait pengadaan vaksin.

Airlangga melanjutkan bahwa Indonesia telah mengamankan 143 juta dosis vaksin dari Sinovac.

“Dan Sinofarm itu sekitar di tahun 2020, 15 juta, kemudian terkait Cansino ini menjanjikan kita sekitar 100.000 di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia