Selain Tepat Pemakaian, Nakes Juga Harus Tepat dalam Melepaskan APD

Dokter anestesi di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Tatang Kurniawan saat melakukan pers conference penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang, di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (9/10/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
10 Oktober 2020 21:47 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Tenaga kesehatan (nakes) harus benar-benar paham cara atau urutan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) hingga melepaskannya. Kesalahan dalam mengenakan dan melepaskan APD bisa berakibat tertular virus Covid-19.

Hal itu diungkapkan dokter anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih Kabupaten Magelang,  Tatang Kurniawan.  "Banyak dokter dan perawat tertular Covid karena bisa memakai APD-nya, tapi salah dalam pelepasannya," ungkap, Tatang saat melakukan pers conference penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang, di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Pemerintah Gandeng PHRI Siapkan 120 Hotel untuk Isolasi Mandiri Pasien OTG

Ia menjelaskan nakes wajib mengenakan APD saat melayani pasien demi mencegah penularan Covid-19. Prosedur pemakaian tidak hanya cukup dari pemakaian dengan benar. Namun, prosedur juga harus dijalankan saat melepaskan APD. Kesalahan dalam melepaskan APD bisa malah menjadi salah satu sumber penularan virus tersebut.

Ia mecontohkan setelah melepaskan sarung tangan Nakes harus segera mencuci tangan. “Nah, untungnya para nakes di RSUD Merah Putih ini sudah dibekali dengan pengetahuan tersebut sebelum ditunjuk menjadi RSUD rujukan Covid-19 di Magelang. Mereka sudah diajari menggunakan APD, melepaskannya, serta membuang limbah kesehatan (B3) dengan sangat baik," jelas Tatang.

Ia menyebutkan urut-urutan cara melepaskan APD dengan benar dimulai dari ganti sarung tangan, melepas pakaian pelindung, melepas kacamata pelindung, melepas masker, melepas topi, melepas sarung tangan, dengan catatan setiap melepas perlengkapan harus mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 DIY Tambah 69 Orang, Total Tembus 3.000 Orang

Sebagai dokter anastesi di RSUD Merah Putih Magelang, Tatang juga menceritakan bahwa dirinya juga pernah mengalami kebobolan pasien Covid-19. Awalnya ia hanya mengira pasien tersebut mengalami gagal nafas dan harus segera mendapatkan pertolongan di instalasi gawat darurat.

"Sebagai dokter anastesi tentunya tidak lepas dari kegawatan pasien. Maka pada waktu itu datang seorang pasien yang mengalami gagal nafas. Maka spontan saya langsung mencoba membantu memberikan pertolongan tanpa menggunakan APD apa-apa. Ternyata setelah hasil rontgennya keluar pasien tersebut sangat diduga kuat positif Covid. Dan benar adanya, pasien tersebut memang tertular Covid, sontak saya langsung lemes saat mendengarnya dan saya juga ditetapkan menjadi suspect Covid-19," paparnya.

Berdasarkan hal tersebut,  Tatang pun harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil swab. Beruntung, dari hasil swabnya dinyatakan negatif Covid.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengimbau para nakes sebagai garda terdepan yang sangat rentan akan penularan Covid-19, untuk selalu mengedepankan protokol Covid-19. “Jangan menganggap remeh, selalu gunakan APD saat merawat pasien dan harus tau cara melepaskan APD dengan benar dan membuang limbahnya," pungkasnya.