Ibadah Umrah Akan Dibuka Secara Bertahap

Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
22 September 2020 10:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah. Namun, penangguhan umrah oleh Pemeritah Arab Saudi yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, akan dicabut secara bertahap.

Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten mengatakan bahwa meskipun kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah, namun kementeriannya sedang mempelajari rencana tiga tahap untuk pemulihan perjalanan umrah.

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan Makin Banyak di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19

Selama fase pertama, warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan akan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji kecil. Namun, layanan umrah akan beroperasi dengan kapasitas 40 persen dari kapasitas normal.

“Jumlah ini akan ditingkatkan menjadi 75 persen pada fase kedua, dan pada fase tiga kapasitas penuh akan dipulihkan dan jemaah dari luar Arab Saudi akan diizinkan untuk kembali,” katanya seperti dikutip ArabNews.com, Selasa (22/9/2020).

Selama tiga fase tersebut protokol kesehatan yang ketat akan diberlakukan.

Baca juga: Di Aceh, Langgar Protokol Kesehatan Disanksi Baca Alquran

Benten mengatakan kementerian mendukung semua orang, investor dan pekerja yang terlibat di sektor tersebut selama transformasi kelembagaan.

Dia menambahkan, pihaknya ingin memberdayakan perusahaan umrah dan organisasi terkait agar menjadi entitas ekonomi yang kuat yang menyediakan layanan berkualitas tinggi melalui aplikasi I'tamarna.

Aplikasi itu akan memudahkan jemaah untuk memesan perjalanannya.

Benten mengatakan lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional akan memberikan layanan kepada jemaah melalui platform elektronik yang memungkinkan penyedia layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan saat melayani jemaah.

Menurutnya, perusahaan dan lembaga umrah melayani lebih dari 16 juta jemaah haji dari Arab Saudi, wilayah trdekat dan seluruh dunia.

Selama tahap awal, pengoperasian umrah akan tetap pada 40 persen dari kapasitas sebenarnya dalam keadaan normal.

Dia juga menekankan pentingnya registrasi lebih awal untuk umrah.

Menurutnya, perusahaan umrah bertanggung jawab untuk melakukan studi guna mengidentifikasi kebutuhan jemaah, termasuk mereka yang datang melalui negara transit.

Warga dari 80 negara sekarang dapat mengunjungi Arab Saudi untuk umrah tanpa memerlukan visa dan jumlah ini akan meningkat, tambah Benten.

Sumber : Bisnis.com