Mahfud MD Minta Publik Tak Berspekulasi Terlalu Jauh Soal Kebakaran Kejagung

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah api yang membakar gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Minggu (23/8/2020) dini hari. Kebakaran tersebut masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
23 Agustus 2020 09:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gedung Kejagung RI di Jakarta Selatan terbakar hebat pada Sabtu (22/8/2020). Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) meminta semua pihak tak berspekulasi terlalu jauh soal kebakaran tersebut. Ia juga memastikan bahwa para tahanan yang ditahan di lokasi itu dalam keadaan aman.

Mahfud Gedung utama Kejagung RI diketahui dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8/2020) sejak pukul 19.10 WIB.

Baca juga: Gedung Kejagung Terbakar, Berkas Kasus Korupsi Aman

"Spekulasi juga tak perlu terlalu jauh dikembangkan. Gedung tahanan untuk para tersangka yang ditahan di Kejaksaan Agung juga ada di bagian lain yang tidak terjangkau oleh api," kata Mahfud melalui akun twitter resmi pribadinya @mohmahfudmd seperti dilihat Suara.com, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Mahfud, gedung untuk para tahanan mendekam berada jauh di belakang posisinya. Sehingga, aman dari adanya kobaran api yang melalap gedung utama.

"Pengamanannya sendiri sudah diperketat," ungkapnya.

Baca juga: 17 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan Atasi Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung

Sebelumnya, Mahfud memastikan bahwa dokumen perkara aman tidak ikut terbakar dalam insiden kebakaran yang melanda Gedung Utama Kejagung RI, Sabtu (22/8/2020) malam.

Menurut Mahfud, dengan begitu, semua kelanjutan penanganan perkara tidak akan terlalu terganggu dengan peristiwa tersebut.

Adapun mantan Ketua MK itu menyebut, bahwa objek yang terbakar di Gedung Utama Kejagung RI adalah ruang intelijen dan Sumber Daya Manusia.

"Yang terbakar adalah ruang intelijen dan ruang SDM," ungkap Mahfud.

Hingga pukul 21.40 WIB tercatat sudah ada 22 unit mobil pemadam kebakaran DKI Jakarta guna menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman masih berlangsung hingga kekinian.

Sumber : Antara