Advertisement
Ini Kesamaan Pandemi Covid-19 dan Flu Spanyol 1918 Menurut Sejarawan
Kerabat korban Covid-19 berkabung dalam pemakaman massal korban virus corona di Manaus, Brasil pada 19 Mei. - Andre Coelho/Bloomberg via Getty Images Amerika Selatan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejarawan Universitas Indonesia membandingkan dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia mirip dengan kondisi wabah flu spanyol pada 1918 di Indonesia.
"Petugas pemerintah kolonial rutin berkeliling menggunakan mobil untuk menyosialisasikan bahwa penyakit itu mematikan, lebih baik di rumah saja, memakai masker dan menjaga kebersihan," kata Sejarawan Universitas Indonesia Tri Wahyuning M Irsyam, Sabtu (1/8/2020).
Advertisement
Dia menyebut, hal itu dilakukan pemerintah kolonial Hindia Belanda karena tidak semua orang pada saat itu bisa membaca koran dan mendapatkan informasi yang benar.
Cara-cara sosialisasi yang digunakan petugas kolonial agar masyarakat pendudukan tidak menganggap remeh dan tetap waspada terhadap flu spanyol yang sedang mewabah.
Menurutnya, pada saat itu terdapat perbedaan sudut pandang antara pemerintah kolonial dengan masyarakat dalam menanggapi flu spanyol.
"Masyarakat memandang penyakit tersebut bersumber dari alam seperti debu, angin dan lain-lain. Sementara pemerintah kolonial melihat sumber penularan berasal dari luar, yaitu orang-orang pendatang yang menjadi pembawa virus," tuturnya.
Dia menambahkan, pada masa awal flu spanyol terjadi, hampir tidak ada yang siap menghadapi wabah tersebut. Ketidaksiapan itu terlihat dari penanganan yang lamban.
Ketika wabah penyakit itu mulai terjadi, dan beberapa orang mulai memperlihatkan gejala-gejala tertentu, para petinggi sejumlah negara seolah-olah abai dengan fenomena yang terjadi di masyarakat.
"Karena tidak mendapat tanggapan, pemerintah kolonial di daerah akhirnya menjadi panik dan menyerahkan kepada masyarakat agar bertindak sendiri," tuturnya.
Masyarakat akhirnya lebih mengedepankan upaya pengobatan tradisional. Di dalam Serat Centini disebutkan sejumlah bahan-bahan alami seperti jamu yang kerap digunakan sebagai pengobatan.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat terdapat 22 provinsi yang tidak mengalami penambahan kasus meninggal akibat virus Corona (Covid-19) pada Jumat (31/7/2020).
Akumulasi korban meninggal akibat Covid-19 mencapai 5.131 orang.
Adapun, 22 provinsi yang tidak memiliki kasus meninggal pada hari ini antara lain adalah Aceh, Bali, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, Sulawesi Tengah, Lampung, Riau, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.
Sementara itu, kasus meninggal tersebar di 12 provinsi yaitu Banten satu orang, DIY 1 kasus, DKI Jakarta 14 kasus, Jawa Tengah (18), Jawa Timur (21), dan Kalimantan Timur dua orang.
Selain itu, Kalimantan Tengah juga mencatatkan kasus meninggal mencapai 3 orang, Kalimantan Selatan (1), Nusa Tenggara Barat (2), Sumatera Barat (1), Sulawesi Utara (3) dan Sumatera Utara enam orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
Viral Korban Jambret di Sleman Malah Jadi Tersangka, Ini Kata Polisi
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Januari 2026, Berhenti di 13 Stasiun
- Progres Tol JogjaSolo Seksi 2 Paket 2.2 Capai 78 Persen
- Malaysia Cabut Blokir Chatbot Grok Usai Tambahan Pengamanan Konten AI
- Pemda DIY Uji Coba Car Free Day Kepatihan, Dorong ASN Kurangi Emisi
- Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala
- Awal Februari, Kantor Imigrasi Kulonprogo Siap Layani Paspor
Advertisement
Advertisement



