Advertisement

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, WHO Perbarui Laporannya

John Andhi Oktaveri
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, WHO Perbarui Laporannya Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers COVID-19 di Jenewa, Swiss, Senin (2/3/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Lebih dari 200 ilmuwan, dalam sepucuk surat, menguraikan bukti bahwa virus Corona dapat menyebar dalam partikel-partikel kecil di udara. Untuk itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan  merevisi laporannya dan memperbarui pedoman tentang penyebaran virus penyebab Covid-19 tersebut. 

WHO menyatakan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, menyebar terutama melalui tetesan kecil yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi yang dengan cepat hilang setelah jatuh ke tanah.

Advertisement

Dalam sebuah surat terbuka kepada badan yang bermarkas di Jenewa, yang diterbitkan pada Senin (6/7/2020) dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara menguraikan bukti bahwa partikel virus yang mengambang di udara dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.

Partikel-partikel yang lebih kecil itu dapat berlama-lama di udara maka para ilmuwan itu mendesak WHO untuk memperbarui panduannya.

"Kami mengetahui artikel itu dan sedang meninjau isinya dengan para ahli teknis kami," kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (7/7/2020).

Akan tetapi, seberapa sering Virus Corona dapat menyebar melalui jalur udara atau aerosol dibandingkan dengan tetesan yang lebih besar pada batuk dan bersin, masih belum jelas.

Setiap perubahan dalam penilaian WHO terhadap risiko penularan dapat memengaruhi rskomendasinya saat ini untuk menjaga jarak satu meter secara fisik.

Pemerintah, yang bergantung pada WHO untuk mengambil kebijakan soal panduan kesehatan, mungkin juga harus menyesuaikan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus.

Walaupun WHO mengatakan sedang mempertimbangkan aerosol sebagai kemungkinan rute penularan, masih harus dipastikan bahwa bukti tersebut menjamin adanya perubahan dalam panduan.

Michael Osterholm, seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota, mengatakan WHO sejak lama enggan mengakui penularan aerosol influenza, terlepas dari data yang meyakinkan, dan melihat kontroversi saat ini sebagai bagian dari sekadar perdebatan.

"Saya pikir tingkat frustrasi akhirnya meningkat sehubungan dengan peran yang dimainkan oleh transmisi udara pada penyakit seperti influenza dan SARS-CoV-2," kata Osterholm.

Profesor Babak Javid, seorang konsultan penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Cambridge, mengatakan penularan virus melalui udara adalah mungkin dan bahkan sangat mungkin, tetapi bukti tentang berapa lama virus tetap di udara lemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Kronologi Lengkap Debt Collector Rampas STNK Mobil Wisatawan Jogja saat Parkir di Gembira Loka

Jogja
| Jum'at, 24 Mei 2024, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement