Advertisement
Terapkan Pendidikan di Masa New Normal, Jokowi Akan Tiru 4 Negara Ini..
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menilai pandemi virus corona atau Covid-19 telah membuat perubahan struktur dunia pendidikan dengan cepat.
Banyak negara mulai mengadaptasi perubahan ke dalam sistem pendidikan, mulai dari pra-sekolah hingga perguruan tinggi. Presiden mencatat ada empat negara yang setidaknya dapat menjadi patokan bagi Indonesia.
Advertisement
“Untuk itu saya minta dilakukan benchmarking pada negara-negara yang telah berhasil mengadaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan seperti di Australia untuk pendidikan anak usia dini, Finlandia untuk pendidikan dasar dan menengah, Jerman untuk pendidikan vokasi, Korea Selatan untuk pendidikan tinggi,” kata Jokowi membuka rapat terbatas peta jalan pendidikan tahun 2020-2035 melalui video conference, Kamis (4/6/2020).
Presiden menjelaskan dalam meramu sistem pendidikan saat ini tidak lagi bisa bertolak pada masa lalu. Upaya membentuk sumber daya manusia yang unggul harus berorientasi masa depan.
BACA JUGA
Seperti diketahui, dunia kerja dewasa ini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu. Teknologi telah mendisrupsi berbagai sektor, baik melalui penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things, dan lainnya.
“Kita juga harus antisipasi perubahan demografi, profil sosio ekonomi dari populasi, termasuk perubahan dalam pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, perubahan lingkungan, hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi Covid-19,” katanya.
Presiden juga mengingatkan bahwa mereformasi dunia pendidikan tidak ditentukan oleh satu kementerian saja. Akan tetapi juga dukungan komunitas pendidikan, dukungan dari kementerian dan lembaga, masyarakat, pemerintah daerah, serta kemitraan dengan pihak swasta.
“Reformasi pendidikan bukan hanya mencakup penyesuaian kurikulum, pedagogi, dan metode penilaian, tapi juga perbaikan infras dan penyediaan akses teknologi dan juga dukungan pendanaan,” ujar Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Jelang Idulfitri Pemotongan Sapi di Sleman Bisa Naik Dua Kali
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kejari Ponorogo Ringkus Buron Kasus Korupsi Kredit Bank BUMN
- Dana Desa Anjlok, Eko Suwanto Usul Kenaikan Danais Kelurahan-Kalurahan
- KPK Periksa Managing Partner Law Office Terkait Suap PN Depok
- 5 Lurah Bermasalah, Sleman Siap Gelar Pemilihan Lurah PAW di 2026
- Polri Desak Perbankan Perketat KYC Guna Berantas Judi Online
- Menkes Budi Gunadi Sadikin Desak Imunisasi Campak Jelang Lebaran
- Mendag Bidik Pasar Ekspor Alternatif di Tengah Krisis Geopolitik
Advertisement
Advertisement








