Ramai Demonstran Bertato Peta Indonesia di AS, Ini Tanggapan Kemenlu

Foto pria bertato peta kepulauan Indonesia yang tertangkap kamera The Inquirer saat kerusuhan pecah di Philadelphia, AS, Sabtu (30/5/2020) - Instagram @rainsfordthegreat
03 Juni 2020 15:47 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa laki-laki bertato peta Indonesia yang terlibat merusak properti saat kerusuhan di Amerika Serikat merupakan warga negara AS.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam press briefing virtual, Rabu (3/6/2020).

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan informasi yang kami himpun saat ini yg bersangkutan merupakan warga negara AS," kata Judha.

Sebelumnya, dalam foto yang diambil The Inquirer, seorang laki-laki bertato kepulauan Indonesia tampak sedang melempar kaca kantor Wells Fargo di Philadelphia, AS. Kejadian tersebut diambil saat kerusuhan antirasisme dan antipolisi pada Sabtu (30/5/2020).

Melalui akun Instagram miliknya, Rainey A. Backues meminta maaf atas tindakannya dan mengungkapkan dia adalah warga naturalisasi di AS yang lahir di Pulau Jawa.

Judha juga menegaskan tidak ada WNI yang terdampak dari kerusuhan yang tengah terjadi di AS.

Seperti dilaporkan oleh enam perwakilan RI di AS, termasuk KBRI Washington DC, KJRI San Francisco, KJRI Los Angeles, KJRI Chicago, KJRI New York, KJRI Houston total WNI yang menetap di AS mencapai 142.441 di lebih 140 kota.

"Seluruh perwakilan kita di AS telah memperluas komunikasi dengan berbagai komunitas termasuk memantau secara online untuk memastikan keamanan termasuk akses ke jaringan kesehatan," ujarnya.

Perwakilan RI juga telah menyampaikan agar seluruh WNI yang berada di AS agar tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, AS tengah dilanda demonstrasi besar-besaran akibat dari kasus kematian seorang warga kulit hitam setelah ditindih lehernya oleh polisi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia