Advertisement
AS Ajukan Skema Kursi Permanen Dewan Perdamaian Gaza Berbayar
Bendera Amerika Serikat. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut meminta negara-negara yang ingin memperoleh kursi permanen dalam Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace) untuk menyetorkan dana lebih dari USD 1 miliar atau setara sekitar Rp16,8 triliun. Informasi tersebut terungkap dalam laporan Bloomberg yang mengutip rancangan piagam pembentukan dewan tersebut.
Dalam rancangan dokumen itu dijelaskan bahwa masa keanggotaan negara peserta pada prinsipnya dibatasi selama tiga tahun sejak piagam berlaku. Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku bagi negara yang memberikan kontribusi dana tunai lebih dari USD 1 miliar pada tahun pertama pembentukan Dewan Perdamaian Gaza.
Advertisement
“Setiap Negara Anggota akan menjabat selama paling lama tiga tahun sejak piagam ini mulai berlaku, dengan kemungkinan perpanjangan oleh Ketua,” demikian bunyi dokumen rancangan yang dikutip Bloomberg.
“Masa keanggotaan tiga tahun tersebut tidak berlaku bagi Negara Anggota yang menyumbangkan dana tunai lebih dari 1 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian dalam tahun pertama sejak piagam ini berlaku,” lanjut dokumen tersebut.
BACA JUGA
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dengan susunan tokoh-tokoh berpengaruh dari Amerika Serikat dan internasional. Dewan tersebut mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Bloomberg melaporkan bahwa Trump akan bertindak sebagai ketua pertama Dewan Perdamaian Gaza dan memiliki kewenangan penuh dalam menentukan negara mana yang diundang untuk bergabung. Setiap keputusan dewan akan diambil berdasarkan suara mayoritas, namun tetap harus mendapat pengesahan langsung dari ketua.
Selain itu, dokumen tersebut menyebutkan bahwa Trump juga bertanggung jawab menyetujui segel resmi Dewan Perdamaian Gaza, menegaskan peran sentralnya dalam struktur dan pengambilan kebijakan lembaga tersebut.
Rencana pembentukan Dewan Perdamaian Gaza merupakan bagian dari skema penyelesaian konflik Gaza versi Trump yang sebelumnya telah mendapat dukungan internasional. Pada pertengahan November 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk mendukung rencana komprehensif tersebut.
Sebanyak 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi itu, sementara Rusia dan China memilih abstain. Resolusi tersebut membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan internasional sementara di Jalur Gaza serta pendirian Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin oleh Presiden AS.
Rencana Gaza versi Trump juga mencakup mandat militer bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan dengan koordinasi Israel dan Mesir. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai komposisi maupun struktur pasukan penjaga perdamaian yang akan diterjunkan.
Dalam rancangan tersebut, tidak terdapat klausul yang melibatkan Hamas, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam pemerintahan Gaza di masa mendatang. Sikap ini sejalan dengan pernyataan berulang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel yang menegaskan target penghapusan total Hamas, baik secara militer maupun politik, sebagai bagian dari kebijakan keamanan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







