WHO Sesalkan Keputusan Trump untuk Tak Kucurkan Dana lagi

Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth
16 April 2020 10:17 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi kesehatan dunia WHO menyesalkan keputusan Donald Trump yang menghentikan pendanaan bagi organisasi tersebut.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan AS telah lama menjadi kawan lama yang dermawan kepada WHO.

Dia menjelaskan bahwa WHO tidak hanya bekerja melawan Covid-19, tetapi juga polio, campak, malaria, HIV, TBC, kekurangan gizi, kanker, diabetes, kesehatan mental, dan juga isu kesehatan lainnya.

“Kami menyesalkan keputusan Presiden AS yang memerintahkan penghentian dana ke WHO. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah AS, WHO bisa bekerja untuk meningkatkan kesehatan orang miskin dan rentan,” katanya dalam press briefing, Rabu (15/4/2020) malam.

Tidak ingin menjelaskan lebih jauh, WHO masih meninjau dampak penarikan dana AS terhadap kinerjanya. Namun, dia menegaskan komitmen WHO untuk kesehatan masyarakat di dunia tanpa rasa takut dan pamrih berlaku mutlak.

“Kami akan bekerja dengan mitra kami untuk mengisi setiap kesenjangan finansial yang kami hadapi dan untuk memastikan pekerjaan kami dapat berlangsung tanpa terganggu,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump memutuskan penghentian dana ke WHO pada Rabu kemarin. Menurutnya, badan kesehatan global itu gagal membendung virus Covid-19 sejak awal.

Dia menilai WHO tidak transparan dan menuduh WHO dan Tedros, khususnya, bersikap terlalu akomodatif ke Beijing dan gagal memperingatkan dunia tentang ancaman dari virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan ini.

Di saat yang sama, kritik terus mengguyur Trump, termasuk dari ahli penyakit menular AS sejak 1984, Anthony Fauci. Retweet-nya dengan hashtag #FireFauci semakin membuat panas berbagai pihak.

AS diketahui telah menyumbang sekitar US$893 juta untuk operasi WHO selama siklus pendanaan saat ini yang berlangsung dua tahun. Di sisi lain, China telah mengalirkan sekitar US$86 juta selama periode yang sama. Meski demikian, tidak jelas kapan penghentian pendanaan WHO yang dimaksud oleh Trump akan diberlakukan.

Sumber : Bisnis.com