Kalap! Ribuan Warga China Serbu Tempat Wisata setelah Lockdown Dicabut

Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1 - 2020). / Yomiuri Shimbun via Reuters
07 April 2020 14:57 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, BEIJING - Warga China langsung menyerbu tempat wisata setelah dibuka pasca pencabutan status lockdown. Sekitar 20.000 wisatawan memadati Pegunungan Yellow atau Huangshan, Provinsi Anhui, China.

Dialihbahasakan dari New York Post, Selasa (7/4/2020), foto dan video kepadatan di Pegunungan Yellow beredar luas di media sosial Weibo. Mereka tampak mengenakan masker dan berdesakan di jalur Pegunungan Yellow pada Sabtu dan Minggu.

Menurut South China Morning Post, ribuan wisatawan berkumpul untuk menghadiri festival tradisional Ching Ming atau dikenal sebagai Hari Menyapu Makam.

Mulai Sabtu (4/4/2020), pemerintah setempat telah menawarkan tiket masuk gratis ke 29 situs, salah satunya Huangshan untuk mendorong pariwisata.

Untuk mendapatkan tiket gratis, wisatawan cukup menunjukkan status kesehatan mereka pada aplikasi. Setelah itu, petugas akan memeriksa suhu tubuh mereka sebelum masuk situs dan juga meminta wisatawan memakai masker bedah.

Hanya sehari setelah pembukaan, otoritas taman mengatakan mereka terpaksa menutup lokasi tersebut karena jumlah wisatawan melonjak drastis hingga batas harian sebanyak 20 ribu wisatawan.

Anhui yang berbatasan darat dengan Provinsi Hubei terakhir melaporkan kasus virus corona baru pada 27 Februari. Dilaporkan total ada 990 kasus di wilayah tersebut, termasuk enam kasus kematian akibat virus corona.

Merujuk pada data Worldometer, hingga Selasa siang jumlah kasus positif virus corona di China telah mencapai 81.740 kasus. Angka kematian akibat virus tersebut mencapai 3.331 kasus dengan jumlah pasien yang berhasil sembuh sebanyak 77.167 jiwa.

Sumber : Suara.com