Basarnas Temukan Dua Korban KM Virgo, Total 12 Meninggal
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Tiga pasien awal Virus Corona di Indonesia asal Kota Depok yang dinyatakan sembuh. Kini sudah berada di rumahnya dan beraktivitas seperti biasa, Kamis (19/3/2020)./Suara. com-Supriyadi
Harianjogja.com, DEPOK - Ketiga pasien positif Corona (Covid-19) nomor 01, 02, dan 03 asal Kota Depok mengaku kerap mendapat tanggapan negatif warganet selama mereka menjalani isolasi di RSPI Suliati Saroso, Jakarta Utara
Hal itu diungkapkan, pasien 01 Sita Tyasutami saat ditemui di kediamannya yang berada di wilayah Kota Depok. Bahkan anggapan miring, bahwa dirinya disebut warganet sebagai penyebab penyebaran Covid-19 di Indonesia harus dihadapinya.
"Saya pasien nomor satu bukan penyebab Covid masuk ke Indonesia. Kenapa kami menginfokan satu per satu? Karena banyak yang menanyakan, ternyata gejalanya beda-beda. Kebetulan saya di keluarga yang paling sering sakit. Banyak juga yang nge-dm (direct message) ke kita, \'Mbak yang nyebabkan Covid\'. Pokoknya di-bully. Padahal ada yang pulang dari umrah dan ada yang pulang dari Italia," kata Sita, Kamis (19/3/2020).
Selama berada di ruang isolasi, Sita mengemukakan pihak rumah sakit membolehkannya menggunakan ponsel. Sehingga, interaksi dengan dunia luar masih terjadi meski hanya melalui gawai. Namun selama itu pula, ia juga mendapat hujatan dari warganet bahkan kerap dituding sedang memainkan drama Covid-19 di Indonesia.
"Kenapa saya menekankan ini (izin rumah sakit membolehkan menggunakan ponsel)? Karena banyak yang bilang, \'Kok diisolasi bisa main hp?\' \'Ini drama ya?\' Kami pekerja seni, kami tak berkantor, jadi yang pertama saya minta kirimin laptop, jadi saya kerja di ruang isolasi seperti orang normal saja. Tidak seperti yang dibayangkan orang-orang. Jadi, gejala setiap orang memang beda-beda tergantung imun."
"Di rumah sakit kita tidak dilarang main HP. Aku tiap hari videocall sama ibu," ucap dia.
Sita mengakui, ketika kali pertama diisolasi bersama ibunya di RSPI Suliati Saroso merasakan paranoid. Lantaran kerap membayangkan ruang isolasi dan perlakuan saat menjalani proses tersebut seperti di film-film yang pernah ditontonnya.
"Kalau lihat di film-film isolasi seram banget. Kita nunggu ambulans untuk diantar tuh rasanya deg-degan setengah mati, sampai diisolasi pun."
Namun setelah beberapa waktu, ia mengaku mulai terbiasa. Bahkan, selama berada di tempat isolasi selama 16 hari di RSPI Suliati Saroso tidak merasakan demam, vertigo dan tulang nyeri seperti kali pertama dirasakan sebelum divonis positif Corona. Meski begitu, jarum infus harus tetap menempel selama menjalani proses isolasi.
"Selama isolasi, tujuh hari pertama saya juga tidak dandan. Lalu, melihat kakak saya dandan ikut dandan. Aku olahraga di dalam, meskipun sedang pakai infus. Karena memang di luar biasanya saya sangat aktif. Saya squat, saya plan."
Akibat keaktifannya di ruang isolasi, Sita mengaku kerap mendapatkan teguran pihak rumah sakit agar tidak loncat-loncat di kamar. Karena dikhawatirkan infusnya copot.
"Di kamar isolasi ada CCTV, interkom juga mengingatkan hati-hati nanti infusnya terbalik," kata dia.
Berbeda halnya dengan yang dilakukan pasien 02, Maria Darmaningsih, ibu dari Sita. Selama diisolasi di RSPI, Maria memilih untuk melukis sesuai hatinya untuk menghilangkan keresahannya dan isi hatinya selama di dalam ruang isolasi.
"Saya bersyukur, temenku yang psikolog mengirimkan buku gambar dan poster color, saya tidak pernah gambar. Saya jadi punya sarana untuk mengekspresikan amarah," kata dia.
Dari hasil lukisannya, Maria mengakui ada makna tersendiri yang dalam setiap goresan yang menggambarkan isi hatinya saat itu. Pun, ia mengambar sambil mendengarkan musik.
"Bergaya saja kayak pelukis beneran, tapi kok senang. Saya breakdown banget, saya salat (dan berdoa). Hidup ini, utamanya hanya hati dan Gusti Allah," katanya.
Kini Maria sangat bersyukur dengan kepulihanya. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada RSPI Suliati Saroso, RS Mitra Keluarga, Diskominfo, Dinas Peternakan Depok dan Dinas Kesehatan yang sudah membantu dirinya dalam masa penyembuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.