Donald Trump Salahkan Iran karena Rencanakan Penyerangan ke Kedubes AS

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
01 Januari 2020 16:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump menyalahkan Iran. Alasannya Iran telah merencanakan serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Irak dan berjanji akan meminta Teheran ‘bertanggung jawab penuh.’

“Iran membunuh seorang kontraktor Amerika Serikat dan melukai banyak orang. Kami sangat merespons, dan akan selalu,” tulis Presiden Trump di Twitter seperti dikutip CNBC.com, Rabu (1/1/2020).

Dia mengatakan bahwa sekarang Iran sedang mengatur serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Irak dan mereka akan bertanggung jawab penuh.

“Selain itu, kami berharap Irak menggunakan pasukannya untuk melindungi Kedutaan Besar AS dan memberitahu kami!,” katanya.

Sementara itu, Iran membantah bahwa pihaknya berada di balik aksi protes di Irak.

“Para pejabat Amerika Serikat memiliki keberanian yang luar biasa untuk menghubungkan Iran dengan protes rakyat Irak terhadap (Washington) atas pembunuhan paling tidak terhadap 25 warga Irak ...,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs internet kementerian tersebut.

Kicauan Trump datang setelah puluhan pendukung milisi Syiah Irak yang marah menyerbu kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad dan membakar sebuah area penerima tamu.

Mereka banyak yang mengenakan pakaian militer dan masuk ke dalam kompleks Kedubes AS dengan menggunakan mobil untuk menerobos gerbangnya. Para pemrotes menggantung poster di dinding yang bertuliskan, "Amerika adalah agresor."

Meskipun gerombolan itu berhenti memasuki gedung utama kompleks itu, namun banyak yang berteriak “Turun, Turun, AS!” dan melemparkan air dan batu ke dinding kedutaan. Sekitar 30 tentara Irak dengan kendaraan lapis baja tiba di dekat kedutaan beberapa jam setelah kekerasan.

Aksi itu terjadi setelah serangan udara AS yang mematikan pada Minggu. Sebanyak 25 pejuang milisi yang didukung Iran di Irak tewas. AS melakukan pembalasan atas pembunuhan seorang kontraktor Amerika Serikat minggu lalu dalam serangan roket di sebuah pangkalan militer Irak. Para pejabat Amerika menyalahkan para milisi atas serangan itu.

Trump juga berbicara dengan Perdana Menteri Irak Adel Abd al-Mahdi dan menekankan perlunya melindungi personel dan fasilitas AS, menurut pernyataan pihak Gedung Putih.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan serangan hari Minggu dirancang untuk menyampaikan bahwa Gedung Putih tidak akan menutup mata terhadap tindakan yang diambil oleh Iran yang membahayakan kehidupan Amerika Serikat. Pemerintah Irak menganggap serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" dari kedaulatannya dan akan meninjau kembali hubungan negaranya dengan koalisi yang dipimpin AS.

Sumber : bisnis.com