Tabrakan Mobil dan Bus di Jalan Wates, Tangan Sopir Terancam Diamputasi

Kondisi mobil pasca terlibat kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Wates-Purworejo, Desa Kalidengen, Kecamatan Temon, Senin (16/12/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Desember 2019 11:17 WIB Jalu Rahman Dewantara News Share :


Harianjogja.com, KULONPROGO-Seorang sopir mobil terpaksa diamputasi tangannya seusai terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah bus di ruas Jalan Wates-Purworejo, Desa Kalidengen, Kecamatan Temon, Senin (16/12/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Sopir nahas itu bernama Iksan Panca Warga, 22, warga Serang, Banten.

Peristiwa bermula saat mobil Toyota Agya bernomor polisi B 1601 FZB, yang dikemudikan Iksan, dengan membawa empat penumpang, melaju dari arah timur (Jogja) ke barat (Banten). Sampai di lokasi kejadian, dari arah berlawanan, bus antar kota antar provinsi (AKAP) milik PO. Eka jurusan Tasikmalaya-Surabaya dengan nopol S 7869 US yang dikemudikan Sapto Sutrisno, 43, warga Purbalingga, Jawa Tengah hendak mendahului kendaraan lain hingga masuk ke jalur lawan.

"Pada saat itulah terjadi tabrakan, kemungkinan jarak sudah terlalu dekat, dan bus melaju dengan kencang, sehingga tabrakan tak terhindarkan," ujar Petugas Unit Lantas Polsek Temon, Bripka Tri Setyo Nugroho, Senin pagi.

Kerasnya benturan membuat mobil terpental ke sisi selatan jalan. Tabrakan itu juga mengakibatkan badan depan mobil yang tepat di bagian kemudi ringsek. Walhasil Iksan terjepit dan tangannya mengalami luka parah. Sementara empat penumpang mobil mengalami luka ringan. Sementara empat penumpang luka ringan. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit Riski Amalia, Temon untuk mendapat perawatan.

Kapolsek Temon, Kompol Herry Purnomo mengatakan berdasarkan informasi dari rumah sakit Riski Amalia, ada kemungkinan tangan Iksan akan diamputasi mengingat luka parah yang diderita korban. "Ada kemungkinan mau diamputasi, namun belum dilakukan," ujarnya.

Setelah kejadian, kedua kendaraan itu langsung diamankan ke Polsek Temon sebagai barang bukti. Untuk sopir bus dan kernet akan menjalani pemeriksaan di kepolisian. Adapun penumpang bus telah dialihkan ke bus lain dan telah melanjutkan perjalanan.