Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Embolo Bongkar Kunci Kemenangan
Swiss kalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia 2026. Breel Embolo ungkap kunci kemenangan timnya.
Bianglala di lapangan Taman Lanceng Kapongan, Situbondo. /ist
Harianjogja.com, SITUBONDO-- Kisah tragis dialami Marsela Dwi Mesika. Bocah 6 tahun ini tewas karena terjepit bianglala di lapangan taman lanceng Kapongan, Situbondo. Peristiwa itu terjadi Rabu (27/11/2019).
Polisi setempat menyebut korban meninggal akibat orang tua yang lalai membiarkan anak berusia 6 tahun naik bianglala seorang diri. Kepala Marsela tergilas rantai bianglala sesaat setelah mengeluarkan kepalanya dari jendela.
Marsela Dwi Mesika terjepit besi rantai bianglala yang sedang berputar, sekitar pukul 20.00 WIB.
"Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Korban tewas kejepit saat bermain tanpa pengawasan orang tua," kata Kapolsek Kapongan, Iptu Pramana.
Korban pergi ke Taman Hiburan Rakyat (THR) bersama orang tuanya Muhsin, (47), warga Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan. Di THR itulah siswa Paud itu naik bianglala atau kincir putar bersama anak-anak sebayanya.
Korban naik bianglala sendirian di keranjang tanpa ditemani orang tuanya. Beberapa putaran korban masih terlihat asyik bermain. Kecelakaan terjadi saat korban berada di atas. Konon korban mengeluarkan kepalanya melihat orang tuanya yang sedang menunggunya di bawah.
Saat itulah kepala korban terjepit. Melihat kejadian itu orang tua korban langsung berteriak meminta operator menghentikan bianglala.
"Korban langsung dievakuasi ke puskesmas tapi nyawanya tak tertolong. Jarak lokasi dengan puskesmas hanya sekitar 200 meter" ujar Pramana.
Menurut Pramana, korban terjepit besi kerangka rantai cincin besi yang memutar. Korban mengalami luka lebam serta cedera otak berat hingga meninggal dunia.
"Kalau hasil keterangan saksi-saksi, kecelakaan ini disebabkan karena kurangnya pengawasan orang tua. Korban yang masih berusia 6 tahun dibiarkan bermain permainan berbahaya sendirian," terang Pramana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swiss kalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia 2026. Breel Embolo ungkap kunci kemenangan timnya.
KPK dalami pengakuan Menhut soal amplop dari Bupati Kuansing. Diduga terkait izin kawasan hutan dan gratifikasi.
Teh hijau usai makan malam bantu turunkan kolesterol LDL. Kaya katekin dan antioksidan, tapi bukan solusi instan.
Bantul dapat kuota 90 siswa Sekolah Rakyat 2026. Prioritas anak miskin ekstrem, proses masih menunggu SK Gubernur.
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Kemendag tarik Minyakita berbau solar dari peredaran. Produk diganti dan produsen terancam sanksi tegas.