Tiga Bendungan Jadi Andalan Sumber Air Ibu Kota Baru

Foto bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - Antara/Akbar Nugroho Gumay.
25 November 2019 22:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Tiga bendungan yang berasal dari air permukaan dan anak Sungai Mahakam dinilai bisa memenuhi kebutuhan air ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan telah menemukan tiga titik yang berpotensi menjadi tiga bendungan.

"Di IKN [ibu kota negara], Ditjen Sumber Daya Air sudah survei dan kami temukan ada potensi tiga buah bendungan, dua [bendungan] besar dan satu kecil," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi di sela-sela seremoni pengisian air (impounding) Bendungan Sindangheula, di Kabupaten Serang, Senin (25/11/2019).

Selain itu, lanjutnya, sumber air baku lainnya diperoleh dari air permukaan Sungai Mahakam.

Yogi menilai empat sumber air baku tersebut mampu memenuhi kebutuhan air baku bagi 1,50 juta—2 juta orang, yang diperkirakan menghuni ibu kota negara baru dengan asumsi konsumsi air 300 liter/hari/orang.

Penyediaan sumber daya air tetap memang menjadi salah satu prioritas Kementerian PUPR. Pembangunan bendungan, jaringan irigasi, embung, dan penyediaan air baku akan terus dilakukan dalam 5 tahun ke depan.

Seperti dikutip dari laman PUPR, pada program kerja 2020—2024, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa sebanyak 45 bendungan saat ini dalam tahap konstruksi dan masih terus berprogres.

"Lima tahun ke depan [2020 – 2024] kita akan tambah lagi 15 bendungan sehingga pada 2024 diharapkan semuanya dapat selesai," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia