Prabowo Merapat ke Jokowi, Tommy Soeharto Angkat Bicara

Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019) - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
20 November 2019 04:57 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Langkah Prabowo Subianto merapat ke kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin merupakan hak pribadi. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). 

"Mengenai Pak Prabowo saya kira itu hak prerogatif beliau sendiri," kata Tommy usai menggelar pertemuan dengan petinggi PKS di DPP PKS, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Tommy menuturkan bahwa koalisi Prabowo-Sandiaga sudah selesai seiring berakhirnya penyelenggaraan Pilpres 2019. Sehingga, menurutnya, Prabowo maupun Partai Gerindra berhak menentukan sikap politik mereka.

Ia pun mengaku tidak merasa kecewa dengan keputusan Prabowo untuk bergabung dengan pemerintah dan menjadi Menteri Pertahanan. "Tentu tidak karena dalam politik kita selalu harusnya menerima kenyataan yang ada," katanya.

Adapun sebelumnya, Partai Berkarya merupakan salah satu partai yang mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Namun usai pemilu, Prabowo justru memutuskan bergabung ke kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan petinggi PKS, Partai Berkarya menyatakan partainya siap bekerja sama dengan PKS untuk menjadi oposisi terhadap pemerintah.

Tommy menegaskan partainya akan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

"Seperti diketahui oposisi memang tidak secara langsung ada di Indonesia. Oleh karenanya, kami akan selalu berpihak pada rakyat. Kebijakan yang baik untuk rakyat akan kami dukung pemerintah. Kalau tidak baik, kami akan menyuarakan bagaimana yang lebih baik dan bagaimana solusinya. Itu yang akan kami lakukan dalam waktu-waktu ke depan," kata Tommy.

Sumber : bisnis.com