Advertisement

Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku

Afiffah Rahmah Nurdifa
Rabu, 04 Februari 2026 - 04:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku Ilustrasi perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. - JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Program gentengisasi yang menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan sektor pariwisata nasional masih menghadapi hambatan di sisi pasokan bahan baku. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat suplai material utama industri genteng dan keramik di Jawa Barat belum berjalan optimal.

Direktur Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufik Bawazier, mengungkapkan keterbatasan bahan baku lokal, khususnya tanah liat dan material sejenis, menjadi kendala utama bagi pabrik-pabrik di wilayah tersebut.

Advertisement

“Sekitar 60 persen bahan baku industri genteng di Jawa Barat berasal dari aktivitas pertambangan lokal. Namun saat ini pasokannya terhambat karena adanya pembatasan tambang,” ujar Taufik kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah daerah yang membatasi kegiatan pertambangan berdampak langsung terhadap kelancaran suplai ke sektor industri. Padahal, Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi genteng dan keramik nasional.

Kemenperin pun berharap persoalan tersebut dapat segera dicarikan jalan keluar melalui komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi.

“Industri genteng dan keramik ini punya fungsi strategis, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun potensi investasi. Karena itu kelancaran bahan baku perlu dipastikan,” katanya.

Taufik mengakui kebijakan penghentian atau pembatasan tambang kemungkinan didorong oleh pertimbangan lingkungan. Meski demikian, menurutnya, manfaat ekonomi industri bagi daerah juga perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami memahami soal lingkungan, tapi industri ini juga memberikan kontribusi besar. Kami akan minta dukungan Komisi VII DPR RI untuk membantu mencarikan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh bahan baku industri genteng sejatinya berasal dari dalam negeri dengan potensi yang melimpah. Saat ini tingkat utilisasi pabrik pun sudah cukup tinggi dan berpeluang mendorong ekspansi ke wilayah lain di luar Pulau Jawa.

“Potensinya sangat besar. Kalau suplai lancar, investasi baru bisa tumbuh dan penyerapan tenaga kerja akan meningkat di berbagai provinsi,” ungkapnya.

Saat ini Kemenperin masih melakukan pembahasan bersama para pemangku kepentingan untuk memetakan peluang, tantangan, serta keberlanjutan pasokan bahan baku ke depan. Pemerintah berharap kebijakan daerah dapat selaras dengan arah pembangunan industri nasional.

“Semua masih dalam proses diskusi untuk melihat keberlanjutan bahan baku dan potensi ke depan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pariwisata nasional.

Menurut Airlangga, kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik destinasi wisata dengan memperbaiki kualitas lingkungan dan infrastruktur visual.

“Pariwisata itu low hanging fruit untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Tapi wisatawan tidak akan datang kalau lingkungannya kumuh dan atap rumah masih banyak seng berkarat,” ujar Airlangga usai mengikuti Taklimat Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Rabu 4 Februari 2026

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Rabu 4 Februari 2026

Jogja
| Rabu, 04 Februari 2026, 05:27 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement