Prabowo Pimpin Rapat DEN 2026, Bahas Stok BBM dan Target E50
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Simulasi menghadapi bencana menghadapi gempa bumi juga dilakukan oleh warga Wirobrajan pada Minggu (25/8/2019) di halaman Pendopo Sumarah, Kampung Wirobrajan. /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA- Jumlah Kampung Siaga Bencana (KSB) di Indonesia saat ini telah mencapai 638 desa dan tersebar di sejumlah provinsi Tanah Air. Kementerian Sosial (Kemensos) RI membentuk KSB dengan tujuan mempersiapkan masyarakat tangguh bila terjadi bencana alam.
"Kemensos dua minggu yang lalu ke Jepang belajar tentang menghadapi bencana alam dan akan dikolaborasikan dengan banyak pihak," kata Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, Tetrie Darwis di Jakarta, Sabtu (7/9/2019), pada kegiatan mitigasi bencana alam.
Program KSB ditujukan bagaimana masyarakat terutama para pengurus yang terdiri dari 60 orang memiliki perhatian terhadap situasi bencana alam yang bisa saja terjadi kapan pun.
KSB tersebut, lanjut dia, dibiayai langsung oleh pemerintah pusat melalui Kemensos RI dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, untuk menciptakan masyarakat tangguh yang bisa menghadapi bencana alam, lembaga terkait juga memiliki Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Personel Tagana, kata dia, dalam satu jam setelah terjadi musiban bencana alam harus sudah ada di lokasi kejadian untuk membantu atau mengevakuasi korban.
Saat ini Kemensos RI telah memiliki 37.817 personel Tagana yang terdaftar dan tersebar di seluruh Indonesia dengan rincian 37.157 kategori muda serta 600 lebih kategori madya.
"Di sisi pendidikan, Kemensos RI memiliki program Tagana masuk sekolah," ujar dia.
Hal tersebut telah dilakukan sejak 2014 dan diperkuat oleh Presiden RI sebagai upaya memberikan edukasi bagi anak didik apabila terjadi bencana alam.
"Februari 2019 lalu di Kabupaten Pandeglang program Tagana masuk sekolah dan Kampung Siaga Bencana wajib hukumnya dilaksanakan," kata dia.
Senada dengan itu, Deputi Operasi Pencarian Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Nugroho Budiwiryanto mengatakan untuk menyosialisasikan tanggap bencana kepada seluruh warga negara, lembaga tersebut mempunyai tugas pokok mencari, menolong dan menyelamatkan korban jiwa.
"Baik itu dalam kecelakaan pesawat, kapal laut dan bencana lainnya serta kondisi-kondisi yang membahayakan jiwa manusia," kata dia.
Kemudian, sampai saat ini Basarnas sudah tersebar di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Instansi tersebut memiliki 43 kantor SAR dan 77 pos SAR serta 3.316 personel di seluruh Tanah Air.
"Memang sampai saat ini masih jauh dari harapan karena idealnya dibutuhkan 7.500 personel," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.
Gaji manajer Kopdes belum ditetapkan. Berikut gambaran penghasilan berdasarkan UMP 2026 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.