Jika Mahasiswa Papua Didiskriminasi, Nasir Ancam Pecat Rektor

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir ditemui di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (22/8/2019). JIBI/Bsnis - Denis Riantiza M
22 Agustus 2019 16:57 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau kepada rektor perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menjamin mahasiswa asal Papua tidak didiskriminasi.

"Saya mohon kepada seluruh rektor di Indonesia. Kalau ada mahasiswa dari Papua, ini jangan kita lakukan diskriminasi. Harus kita jaga samalah sebagai warga negara," ujarnya ketika ditemui usai acara pengukuhan guru besar di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (22/8/2019).

Nasir mengatakan, dirinya akan melakukan pemanggilan bila ada rektor yang membiarkan diskriminasi terjadi. Dia juga tak segan-segan akan memberikan sanksi pemecatan bila diperlukan.

"NKRI harus kita jaga. Masa lalu, demo di Malang, demo di Surabaya, kita lupakan. Jadilah bangsa pemaaf," kata Nasir.

Kericuhan pecah di sejumlah daerah di Provinsi Papua yakni Sorong, Manokwari, dan Jayapura, yang berujung pembakaran gedung DPRD Papua Barat beberapa hari lalu. Kerusuhan tersebut merupakan buntut protes massa terhadap dugaan persekusi terhadap mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, Nasir mengimbau para mahasiswa Papua untuk menjaga kondusivitas dan tidak terpancing oleh isu-isu tidak bertanggung jawab.

“Jadi, kita jaga seperti yang di Manokwari, mari kembali ke kampus untuk melakukan pendidikan yang baik. Jangan sampai terjadi demo menutup kampus yang mengakibatkan tidak kondusivitas,” katanya di Istana Negara, Senin (19/8/2019).

Nasir mengungkapkan jangan sampai sistem pembelajaran menjadi terganggu akibat kerusuhan yang berkepanjangan. Pasalnya, pendidikan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia