Advertisement
Brimob Tewaskan Anak, Kementerian PPPA Turun Tangan
Mako Brimob. - suara.com/Welly Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bergerak cepat menyikapi kasus anak tewas diduga dianiaya anggota Brimob di Kota Tual, Maluku. Kementerian saat ini melakukan koordinasi lintas pihak untuk mendalami peristiwa yang menewaskan anak berinisial AT (14) tersebut.
Langkah koordinasi itu difokuskan pada pengumpulan data dan sinkronisasi informasi di tingkat daerah. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut pihaknya masih berkomunikasi dengan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) serta dinas terkait di kabupaten/kota setempat guna memastikan detail penanganan kasus anak tewas diduga dianiaya Brimob di Kota Tual.
Advertisement
“Kita lagi masih koordinasi dengan UPTD (unit pelaksana teknis daerah) dan dinas setempat,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi saat ditemui di sela kegiatannya di Museum Nasional, Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan, proses koordinasi tersebut dilakukan untuk pendalaman informasi secara menyeluruh sebelum kementerian menyampaikan keterangan lanjutan kepada publik.
BACA JUGA
“Nanti kalau sudah ada data yang lebih oke lagi, kita kasih tau. Jadi ini masih koordinasi di level kabupaten/kota,” tuturnya.
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Tual, Maluku, telah menetapkan oknum anggota Brimob berinisial MS sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap anak berinisial AT (14).
“Saat ini proses lidik sudah naik ke sidik dan status Bripda MS dari terlapor menjadi tersangka,” kata Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro dihubungi dari Ambon, Sabtu (21/2).
Peristiwa tragis tersebut bermula ketika personel Brimob melaksanakan patroli cipta kondisi menggunakan kendaraan taktis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2) dini hari.
Patroli awal dilakukan di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga sekitar pukul 02.00 WIT. Setelah menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing, petugas kemudian bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual.
Saat tiba di lokasi, Bripda MS bersama sejumlah aparat lainnya turun dari kendaraan untuk melakukan pengamanan. Sekitar 10 menit berselang, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing.
Dalam situasi tersebut, Bripda MS disebut mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat. Namun, helm itu mengenai pelipis kanan AT sehingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan medis. Akan tetapi, pada pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.
Atas perbuatannya, Bripda MS dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara, sementara proses hukum terus berjalan di bawah penanganan Polres Tual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo 12 April 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Siap-siap, Sleman dan Kota Jogja Padam Listrik Mulai Pukul 10.00 WIB
- Harga Plastik Naik, Momentum Kurangi Kantong Sekali Pakai
- Film Rumah Ketigaku Soroti Kerentanan Pekerja Migran
- KRL Solo-Jogja 11 April 2026, Simak Jadwalnya
- Borneo FC Pesta Gol, Hancurkan PSBS Biak 5-1, Pepet Persib di Puncak
- Penarikan Tarif Masuk Pantai Dikeluhkan, Ini Kata Bupati Gunungkidul
- Ini Daftar Pejabat Tulungagung Terkena OTT KPK, Diangkut ke Jakarta
Advertisement
Advertisement







