Advertisement

BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan

Newswire
Minggu, 22 Februari 2026 - 17:47 WIB
Abdul Hamied Razak
BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan Suasana salah satu kios jajanan gorengan hingga minuman manis digandrungi pemburu takjil saat hari pertama bulan Ramadhan, di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026). ANTARA - Pamela Sakina

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jakarta membagikan sejumlah kiat kepada masyarakat dalam memilih takjil yang aman selama Ramadan. Salah satu prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah memilih takjil yang masih segar dan disajikan dalam kondisi tertutup.

Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, mengatakan masyarakat juga perlu memastikan takjil tidak berbau asam, apek, atau menyengat. Selain itu, ia mengingatkan agar konsumen menghindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau tampak tidak wajar.

Advertisement

“Pilih juga penjual yang menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar tempat berjualan,” kata Sofiyani saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Sofiyani menambahkan, BBPOM Jakarta akan kembali melakukan pengawasan pangan takjil selama Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya, meski untuk waktu dan lokasi pengawasan tahun ini masih dalam tahap persiapan.

Merujuk hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern sepanjang 2025, BBPOM DKI telah menguji 147 sampel pangan. Dari jumlah tersebut, enam sampel atau sekitar 4,1 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan 141 sampel lainnya atau 95,9 persen memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Adapun lokasi pengawasan tahun lalu meliputi Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, Pasar Kebayoran Lama, Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, serta Hypermart Puri Indah. Jenis pangan takjil yang diuji antara lain mi kuning, kue mangkok, dan tahu.

Selain pengawasan takjil, BBPOM DKI juga telah mengintensifkan pengawasan makanan olahan menjelang Ramadan. Pengawasan menyasar supermarket, distributor, importir, hingga sarana distribusi pangan lainnya.

“Pengawasan sudah kami mulai sejak 18 Februari 2026,” kata Sofiyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Produksi Buah Gunungkidul, Ini Lima Komoditas yang Jadi Unggulan

Produksi Buah Gunungkidul, Ini Lima Komoditas yang Jadi Unggulan

Gunungkidul
| Minggu, 22 Februari 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement