Advertisement
BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Suasana salah satu kios jajanan gorengan hingga minuman manis digandrungi pemburu takjil saat hari pertama bulan Ramadhan, di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026). ANTARA - Pamela Sakina
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jakarta membagikan sejumlah kiat kepada masyarakat dalam memilih takjil yang aman selama Ramadan. Salah satu prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah memilih takjil yang masih segar dan disajikan dalam kondisi tertutup.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, mengatakan masyarakat juga perlu memastikan takjil tidak berbau asam, apek, atau menyengat. Selain itu, ia mengingatkan agar konsumen menghindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau tampak tidak wajar.
Advertisement
“Pilih juga penjual yang menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar tempat berjualan,” kata Sofiyani saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Sofiyani menambahkan, BBPOM Jakarta akan kembali melakukan pengawasan pangan takjil selama Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya, meski untuk waktu dan lokasi pengawasan tahun ini masih dalam tahap persiapan.
BACA JUGA
Merujuk hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern sepanjang 2025, BBPOM DKI telah menguji 147 sampel pangan. Dari jumlah tersebut, enam sampel atau sekitar 4,1 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan 141 sampel lainnya atau 95,9 persen memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Adapun lokasi pengawasan tahun lalu meliputi Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, Pasar Kebayoran Lama, Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, serta Hypermart Puri Indah. Jenis pangan takjil yang diuji antara lain mi kuning, kue mangkok, dan tahu.
Selain pengawasan takjil, BBPOM DKI juga telah mengintensifkan pengawasan makanan olahan menjelang Ramadan. Pengawasan menyasar supermarket, distributor, importir, hingga sarana distribusi pangan lainnya.
“Pengawasan sudah kami mulai sejak 18 Februari 2026,” kata Sofiyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Jelang Lebaran, Jalan Wisata Gunungkidul Jadi Prioritas Tambal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Jumat 6 Maret 2026
- Jadwal DIY Hari Ini: Imsak 04.18, Magrib 17.59 WIB
- Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Serangan AS-Israel ke Iran
- JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah
- Komisi III DPR RI Soroti Perusahaan Gunakan Preman untuk Penagihan
- Ramcek di Terminal Semin, Dua Bus AKAP Kedapatan Tak Punya Izin Trayek
- SIM Keliling DIY Hari Ini 6 Maret 2026: Cek Lokasi dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement






