Advertisement
Anak Gajah Terperosok Septic Tank, BBKSDA Riau Gerak Cepat
BBKSDA Riau selamatkan anak gajah terperosok septic tank di Siak, evakuasi 45 menit, kembali ke kelompoknya. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, RIAU—Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyelamatkan seekor anak gajah yang terperosok ke dalam septic tank sedalam 2–2,5 meter di Perumahan Karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Peristiwa penyelamatan satwa liar ini terjadi setelah kawanan gajah liar dilaporkan merusak sejumlah bangunan mess karyawan.
Insiden tersebut bermula dari laporan pihak PT Arara Abadi mengenai aksi kawanan gajah liar yang mengamuk di kawasan perumahan karyawan. Menindaklanjuti laporan itu, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang diperkuat tenaga medis serta mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas untuk melakukan penanganan di lapangan.
Advertisement
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono mengungkapkan, saat kejadian terdapat sekitar 10 ekor gajah liar yang merangsek masuk ke area permukiman.
"Sekitar 10 ekor gajah mengamuk dan meraung-raung sambil merusak 6 kamar mess karyawan. Setelah situasi mulai reda dan kelompok gajah liar masuk ke 'greenbelt' (hutan lindung) terdengar teriakan anak gajah. Dan setelah dicari ditemukan satu anak gajah terperosok dalam 'septic tank'," katanya di Pekanbaru, Minggu.
Tim WRU kemudian melakukan evakuasi secara manual untuk mengangkat anak gajah yang terjebak di dalam septic tank tersebut. Proses penyelamatan berlangsung sekitar 45 menit hingga akhirnya satwa dilindungi itu berhasil dikeluarkan dalam kondisi sehat.
Usai dipastikan tidak mengalami luka serius, anak gajah berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar tujuh hari itu langsung dikembalikan ke rombongan. Saat ini, anak gajah tersebut telah kembali bergabung bersama kelompoknya di kawasan greenbelt.
"Kemungkinan anak gajah lahir di 'greenbelt' belakang mess karyawan. Diduga penyebab gajah-gajah tersebut mengamuk dan merusak mess dikarenakan raungan anaknya yang terperangkap dalam tangki septik," sebutnya.
Lokasi perumahan karyawan PT Arara Abadi itu memang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung yang menjadi jalur lintasan kawanan gajah dari kelompok Petapahan/Minas. Pada Sabtu malam (21/2), sejumlah karyawan sempat melihat tiga hingga empat ekor gajah berada di area greenbelt perusahaan yang berjarak sekitar 10 meter dari permukiman.
Kemunculan gajah di kawasan tersebut sebenarnya bukan hal baru karena wilayah itu merupakan lintasan alami kawanan gajah. Namun, sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, Minggu (22/2), seusai waktu sahur, jumlah gajah yang datang bertambah menjadi sekitar 10 ekor dan mulai merobohkan dinding bangunan perumahan karyawan.
Kondisi itu membuat para karyawan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari perumahan. Rombongan gajah liar tersebut baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, setelah sebelumnya sempat bertahan di sekitar kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan hutan lindung tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
- SPPG NU Diresmikan di Lombok, Dorong Gizi Santri dan Ekonomi Umat
Advertisement
Transporter Baciro Jadi Ujung Tombak Pengolahan Sampah Organik di Jogj
Advertisement
Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan
Advertisement
Berita Populer
- Badan Gizi Nasional Tegaskan Insentif Mitra MBG Dibayar Saat Libur Nas
- Heboh Agrinas Impor 105.000 Pikap India, APM Lokal Buka Suara
- 9 KKB Yahukimo Ditetapkan Tersangka
- PSS Sleman Kuasa Laga, Paksa Persipura Menyerah 2-0
- Perahu Migran Terbalik di Kreta, 5 Tewas dan 25 Hilang
- Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 22 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Februari, Ini Rincannya
Advertisement
Advertisement






