Advertisement
Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Ini Respons KemenPPPA
Foto ilustrasi kekerasan pada anak/anak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang diduga mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya di Sukabumi, Jawa Barat.
Pelaksana Tugas Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Indra Gunawan, mengatakan peristiwa tersebut menjadi keprihatinan bersama, terlebih terjadi di tengah umat Islam bersiap menyambut dan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Advertisement
“Kami turut berdukacita atas meninggalnya seorang anak di Sukabumi. Ini menjadi keprihatinan kita semua karena seorang anak ditemukan meninggal dengan lebam dan luka di tubuhnya,” ujar Indra saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Indra menyampaikan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. KemenPPPA menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.
BACA JUGA
“Kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari polisi mengenai penyebab meninggalnya korban,” katanya.
Terkait dugaan kekerasan terhadap anak, Indra menilai kasus ini mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pola pengasuhan di lingkungan keluarga. Menurut dia, penguatan peran keluarga sebagai ruang pengasuhan dan pendidikan pertama bagi anak harus terus diperkuat.
“Resiliensi keluarga dan fungsi pengasuhan yang sehat perlu terus dikuatkan agar anak-anak terlindungi dari kekerasan, termasuk yang dilakukan oleh orang terdekat,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal dunia dengan kondisi lebam dan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya. Korban diketahui sehari-hari tinggal di pesantren, namun saat kejadian sedang berada di rumah karena libur menjelang awal puasa.
Saat peristiwa terjadi, ayah korban diketahui tengah bekerja di Kota Sukabumi. Ia kemudian dihubungi istrinya dan diminta segera pulang dengan alasan anak dalam kondisi sakit.
Setibanya di rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- FEB UI Masuk Empat Besar Dunia Sekolah Ekonomi Islam
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
Advertisement
Advertisement









