Jika Terbukti Radikal, Taruna TNI Keturunan Prancis Akan Diberhentikan

Enzo Zenz Allie, Taruna AKmil keturunan Prancis. - Ist/ Twitter @GuritnaPranama
08 Agustus 2019 05:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Anggota taruna TNI yang terbukti terpengaruh radikalisme akan diberhentikan. Hal itu ditegaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

"Kalau benar, saya suruh berhentiin, nggak ada urusan," kata Ryamizard di halaman Istana Negara, Jakarta pada Rabu (7/8/2019) terkait indikasi taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie yang diduga pernah mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Menhan, pihaknya tidak akan ragu memecat anggota TNI yang diketahui mendukung gerakan radikal tidak mendukung Pancasila.

Untuk mencegah disusupinya TNI oleh pendukung gerakan radikal, Ryamizard menilai perlunya Penelitian Khusus (Litsus) terkait latar belakang anggota taruna.

"Harus dilitsus, terutama litsusnya adalah masalah Pancasila. Pancasila apa tidak, tentara itu menjalankan Pancasila," tegas Menhan.

Taruna Akmil keturunan Indo-Prancis, Enzo, sempat menarik perhatian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan videonya viral di media sosial setelah diajak berbicara bahasa Prancis oleh Panglima.

Enzo diketahui memang fasih berbicara empat bahasa yaitu bahasa Prancis, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia.

Dia lahir di Prancis, tapi pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal dunia dan memiliki status WNI.

Namun, dia diduga terpapar gerakan HTI yang diketahui dari salinan gambar media sosial Facebook.

Sumber : Antara