Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, GARUT- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, potensi bencana alam tsunami di pantai selatan Jawa sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai agar masyarakat pesisir pantai lebih sadar terhadap ancaman bencana tersebut yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
"Ini kan baru potensi yah bukan prediksi, namanya potensi ada," kata Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Wartono di sela-sela kegiatan sosialisasi ancaman bencana alam di Lapan, Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (6/8/2019).
Ia menuturkan, peringatan potensi tsunami itu tujuannya bukan untuk menakuti masyarakat, tetapi sekadar mengingatkan masyarakat agar lebih sadar dan selalu waspada dalam menghadapi bencana alam.
"Seperti tsunami besar itu, kami tak menakut-nakuti masyarakat, malah ingin mengedukasi," katanya.
Ia menyampaikan, BNPB berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya dengan melakukan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami yang bertujuan mengedukasi masyarakat.
"Salah satu mengedukasi masyarakat itu seperti selalu menyaring informasi yang diterima soal bencana, jangan termakan informasi hoax, harus dicek dulu kebenarannya," katanya.
Upaya lain mengantisipasi ancaman tsunami, kata dia, dengan telah dipasangnya alat Early Warning System (EWS) di pantai selatan Jawa di antaranya wilayah pantai Kabupaten Garut yang sudah dipasang delapan EWS.
Ia menambahkan, BNPB juga melakukan mitigasi dan mengevaluasi setiap desa terkait ketangguhan dan kesiapannya terhadap ancaman bencana alam.
"Kami juga terus sosialisasi soal mitigasi, evaluasi juga di setiap desa soal ketangguhan bencananya," katanya.
Sosialisasi tentang ancaman bencana alam itu diikuti masyarakat dan pelajar di wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Garut dengan pemandu yang terlatih dari BNPB.
Kepala SMPN 1 Cibalong, Ridwan menyatakan, kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, umumnya masyarakat terhadap ancaman bencana alam seperti tsunami.
Apalagi SMPN 1 Cibalong, kata dia, lokasinya sekitar 200 meter dari bibir pantai sehingga perlu adanya pelajaran yang mengedukasi siswa maupun guru dan masyarakat sekitar dalam mitigasi bencana tsunami.
"Siswa di sini rumahnya juga dekat ke pantai, jadi kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana ini sangat dibutuhkan siswa, makanya kami juga selalu sisipkan materi mitigasi ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Perlukah HP Android dipasang antivirus? Simak penjelasan lengkap soal Play Protect, malware, phishing, Wi-Fi publik, dan kapan antivirus masih dibutuhkan.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.