Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau, Garuda Batalkan Penerbangan hingga 7 September
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
KH Maimoen Zubair/Antara-Deni Santosa
Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia sedang berduka. Salah satu ulama besar Tanah Air, KH Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi saat tengah melaksanakan ibadah haji. Kepergiannya itu juga dianggap mendadak lantaran kondisi Mbah Moen yang tidak dalam keadaan sakit.
Belakangan ini Mbah Moen juga tengah menjadi sorotan karena beredarnya video viral saat Mbah Moen tengah mencium Hajar Aswad dengan pengawalan dari pemerintah Arab Saudi. Selang berapa hari kemudian, kabar duka itu datang.
"Ya loh kan baru tiga hari yang lalu dikawal mencium Hajar Aswad. Iya emang sehat enggak sakit gitu," kata salah satu anggota DPR RI, Arsul Sani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Terkait perlakuan istimewa pemerintah Arab Saudi sebagaimana terlihat dalam sebuah video viral, Arsul memberi penjelasan. Ia berujar, memang kehadiran Mbah Moen di sana ialah sebagai tamu yang diundang oleh pemerintah Arab untuk menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, undangan haji langsung dari pemerintah Arab Saudi yang rutin setiap tahun.
"Kan setiap tahun diundang terus oleh pemerintah Arab Saudi diundang khusus. Bukan karena kemudian menggunakan kuota sehingga melompati orang yang ngantre puluhan tahun, enggak gitu. Diundang oleh pemerintah Arab Saudi untuk berhaji makanya tiap tahun seperti itu," tutur Arsul.
Anggota Komisi III DPR RI itu juga kembali memastikan jika jenazah Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi.
"Tadi karena usul keluarga tapi akhirnya disepakati ya sudahlah di sana saja. Karena memang ulama di sana juga minta karena Pak Moen itu mondoknya di Mekkah sana," ujar Arsul.
Diketahui, Mbah Moen wafat saat menjalankan ibadah haji. Dirinya berangkat ke Tanah Suci pada 27 Juli 2019 lalu. Ia bahkan sempat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berpamitan karena hendak menunaikan ibadah haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.