Gempa Banten, Jokowi: Warga Tenang, Hati-Hati, dan Waspada

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan resmi kepada awak media tentang gempa bumi sebesar 7,4 skala richter yang terjadi di Provinsi Banten dan sekitarnya, Jumat (2/8/2019). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
03 Agustus 2019 02:37 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Warga diminta Presiden Joko Widodo untuk tetap waspada dan siaga pasca terjadinya gempa bumi di Provinsi Banten dan sekitarnya.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa berkedalaman 10 km dan berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten. Gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter ini terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB dan membuat empat provinsi sekaligus berpotensi diterjang gelombang Tsunami.

"Yang paling penting seluruh masyarakat tenang, hati hati dan terus terap waspada," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (2/8/2019).

Jokowi mengemukakan pihaknya sudah menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk bertindak cepat menangani kondisi pascagempa bumi tersebut.

"Saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat apabila ada yang memang [urgen] harus kita bergerak," tegasnya.

Jokowi bersyukur bahwa peringatan tsunami sudah dicabut. Berdasarkan laporan dari lapangan, Jokowi mengemukakan belum ada korban jiwa akibat gempa itu.

"Tadi kita monitor, cek di lapangan sampai saat ini belum ada. Jadi laporan terakhir kerusakan-kerusakan kecil, tapi sekarang ini karena kondisi masih malam hari, semoga gak ada," tekannya.

Hingga saat ini belum ada rencana bagi Jokowi untuk melakukan sidak ke lokasi terdampak gempa bumi.

"Saya monitor terus. Saya monitor terus, nanti kita putuskan besok pagi," tambahnya.

Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah seperti Pandenglang, Lebak, Lampung Selatan, Bengkulu, Sukabumi-Jawa, Depok, hingga Jakarta. Guncangan gempa tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat.

Sumber : bisnis.com