33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pakar komunikasi politik Lely Arrianie mengungkap pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bukan berarti akan terjadi koalisi politik antara dua pihak yang berbeda kubu dalam Pemilihan Umum 2019.
"Rekonsiliasi sudah terjadi. Akan tetapi, komunikasi politik itu perlu tindak lanjut. Tindak lanjutnya apa? Yang jelas rekonsiliasi bukan berarti berkoalisi, itu kata kuncinya," kata Lely Arrianie ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (2/8/2019).
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan bahwa SBY akan bertemu dengan Jokowi pada bulan Agustus 2019. SBY juga direncanakan bersilaturahmi dengan para ketua umum partai politik.
Meski waktu pertemuan masih belum ditentukan, banyak yang melihat hal tersebut sebagai harapan adanya koalisi politik antara kedua tokoh tersebut.
Lely tidak menampik kemungkinan itu. Dengan pembahasan masalah menteri dan kesempatan memberi panggung kepada putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, yang digadang akan menjadi penerusnya, bisa saja muncul dalam pertemuan tersebut.
"Kepetingan lainnya boleh jadi nanti ada pembicaraan soal politik titip-menitip, istilahnya, terutama buat Demokrat untuk panggung politik AHY karena tidak mencalonkan di DPR," katanya.
Akan tetapi, menurut pakar komunikasi politik Universitas Indonesia itu, pertemuan tersebut perlu untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa elite politik Indonesia bisa berkomunikasi dengan baik dan saling mendukung meski tidak berada dalam kubu yang sama.
Dari pihak calon presiden terpilih, pertemuan itu untuk menelisik partai yang berada di luar koalisi karena mungkin saja memiliki program yang berguna untuk periode kedua Jokowi.
"Barangkali \'kan setiap partai politik punya program yang bisa disumbangkan bagi pemerintahan periode kedua Jokowi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.