Advertisement
2 Pemuda Sragen Terciduk saat Jajakan Pil Koplo
Barang bukti ratusan butir pil koplo dan uang tunai Rp330.000 yang disita dari dua tersangka pengedar dibeberkan di Ruang Satresnarkoba Polres Sragen, Kamis (25/7/2019). (Istimewa - Polres Sragen)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN--Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen berhasil menangkap dua pemuda asal Gesi, Sragen, karena mengedarkan pil koplo.
Keduanya terciduk saat menjajakan barang haram itu di Desa Suwatu, Tanon, Sragen, Kamis (25/7/2019). Dari tangan kedua pelaku ditemukan barang bukti berupa 850 butir pil koplo yang sudah terbagi dalam paket-paket kecil siap edar.
Advertisement
Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Jumat (26/7/2019), mengatakan dua orang itu membawa pil berhuruf Y sebanyak 800 butir dan pil merek Tramadol sebanyak 50 butir.
“Kedua tersangka bernama Yulius Tri Nugroho Widiyanto alias Tukul, 30, warga Dukuh Ngrawoh RT 006/RW 003, Pilangsari, Gesi, Sragen, dan tetangganya, Dimas Novia Budi Utomo alias Benjo, 27, yang tinggal satu dukuh dengan Yulius, tepatnya di RT 004/RW 002. Mereka dibekuk sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Agus.
BACA JUGA
Agus menyampaikan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi jual beli pil koplo di wilayah Dukuh Banaran RT 007, Desa Suwatu, Tanon.
Dia mengatakan tim Satresnarkoba kemudian menyelidiki dan mengamati di sekitar lokasi pada pukul 08.30 WIB. Dari hasil penyelidikan, kata dia, tim Satresnarkoba mencurigai satu rumah sesuai informasi awal.
“Tim langsung menggerebek rumah itu berhasil membekuk dua orang lelaki yang mengaku bernama Yulius dan Dimas. Dari tangan pelaku, selain pil-pil koplo sebanyak 850 butir, kami juga menyita uang hasil penjualan senilai Rp330.000. Setelah diinterogasi, mereka mengaku memperdagangkan pil-pil tersebut tanpa izin yang legal. Selanjutnya mereka digelandang ke Mapolres Sragen untuk pengusutan lebih lanjut,” ujarnya.
Agus menerangkan modus operandi mereka menjual dan mengedarkan obat berhuruf Y dan tramadol sehingga disangka melanggar Pasal 196 atau 197 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman berdasarkan regulasi itu sampai 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.
Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menambahkan pil-pil tersebut dijual paketan, satu paket berisi 100 butir dan dijual Rp300.000/paket. Masing-masing tersangka, ungkap Joko, memiliki peran berbeda-beda.
“Dimas alias Benjol berperan sebagai pencari barang dan Yulius alias Tukul berperan sebagai penjual. Hasil keuntungannya digunakan berdua. Sasaran pasarnya pelajar dan remaja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Hasil Real Madrid vs Bayern Skor 1-2, Harry Kane Bungkam Bernabeu
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- 47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- Listrik Padam Siang Ini Sejumlah Wilayah Jogja dan Sleman
- Libur Paskah, Kunjungan Mal di DIY Naik hingga 30 Persen
Advertisement
Advertisement




