Terpancing Emosi, Dugaan Penyebab Brigadir RT Tembak Bripka Rahmat 7 Kali

Rumah duka Bripka Rahmat Efendy. - Okezone/ Wahyu Muntinanto
26 Juli 2019 08:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Insiden penembakan polisi terjadi di Depok. Polisi tembak polisi di Depok mengakibatkan Bripka RE tewas seketika. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, menduga kejadian Brigadir Rangga Tianto yang menembak sesama rekan polisi yaitu Bripka Rahmat Efendy karena terpancing emosi. Ia melepaskan 7 kali tembakan ke arah Bripka Rahmat Efendy.

“Awalnya Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis. Lalu, orang tua FZ datang ke polsek didampingi Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka RE. Sehingga membuat Brigadir RT Emosi karena tidak terima,” tutur Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Dilanjutkan Argo, lantaran tak terima dengan penolakan oleh Bripka Rahmad Efendy, Brigadir Rangga Tianto pergi menuju ruangan lainnya yang bersebelahan dengan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis. Di situlah terduga mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

"Sehingga membuat Brigadir RT emosi karena tidak terima. Lalu, dia (Brigadir RT) lalu menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut," ucap Argo.

Akibat tembakan tujuh kali itu pun Bripka Rahmad mengembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban meninggal di tempat,” ujarnya.

Seperti diketahui, penembakan itu terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis 25 Juli 2019 pada pukul 20.50 WIB.

Sumber : Okezone.com