Mega, Prabowo, Jokowi Bakal Bertemu, Perindo: Ini Pertemuan Sahabat Lama

Prabowo Subianto menyambut Megawati Soekarnoputri saat pertandingan pencak silat Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). - Suara.com/Ria Rizki
24 Juli 2019 09:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pertemuan antara Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dengan calon Presiden Prabowo Subianto dinilai Partai Perindo sebagai pertemuan antara dua sahabat lama.

"Ibu Megawati dan Pak Prabowo itu kan sudah bersahabat sejak lama. Ibu Megawati dan Pak Prabowo pernah maju sebagai pasangan capres-cawapres pada pemilu presiden 2019," kata Wakil Ketua Umum Perindo Arya Sinulingga melalui telepon selulernya, di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Rencana pertemuan antara Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri yang juga ketua umum Partai PDI Perjuangan (PDIP) dengan calon Presiden Prabowo Subianto yang juga ketua umum Partai Gerindra, serta Presiden terpilih Joko Widodo, direncanakan diadakan di Jakarta, pada Rabu ini.

Menurut Arya Sinulingga, pertemuan antara Megawati dan Prabowo Subianto yang juga dihadiri Joko Widodo, bermakna keduanya sudah memiliki persahabatan sejak lama.

Kemudian, kaitannya dengan Presiden terpilih Joko Widodo, menurut Arya, bahwa Megawati dan Prabowo dalam kapasitasnya sebagai ketua umum partai politik juga pernah sama-sama mengusung Joko Widodo sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada tahun 2012.

"Hal ini bisa dikatakan sebagai pertemuan dari sahabat-sahabat lama. Saya meyakini pertemuan ini tujuannya untuk kebaikan bangsa. Saya juga meyakini pertemuan ini bisa membawa Indonesia makin baik, setelah terjadi polarisasi di masyarakat pada saat pelaksanaan pemilu 2019," katanya.

Arya menambahkan, pertemuan Megawati-Prabowo-Jokowi, dapat memberikan rumusan-rumusan baru untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. "Rumusan baru yang lebih baik ini sangat kita harapkan," katanya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini juga mengingatkan partai-partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) agar jangan berprasangka bahwa rencana pertemuan tidak melibatkan ketua umum partai politik yang lainnya.

"Jangan melihat seperti itu, tapi harus dilihat bahwa pertemuan ini adalah pertemuan ketiga sahabat," katanya.

Sumber : Antara