Akhirnya, 33 Pedagang Satai Gukguk Mau Beralih Profesi, 16 Lainnya Masih Menolak

Pegawai Baznas Karanganyar dan Disnakkan Karanganyar mendata 11 pemilik warung satai jamu yang bersedia beralih usaha di Kantor Disnakkan Karanganyar, Kamis (27/6/2019). (Solopos - Sri Sumi Handayani)
28 Juni 2019 04:37 WIB Sri Sumi Handayani News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR--Sebanyak 33 pedagang satai daging anjing (satai gukguk/jamu) di Karanganyar menerima kompensasi untuk menutup usaha dan beralih ke usaha lain. Jumlah tersebut naik dari sebelumnya 22 orang.

Sementara sisanya sebanyak 16 pedagang masiha menolak. Pemkab Karanganyar terus berupsaya masih melakukan pendekatan persuasif kepada 16 pemilik warung satai jamu yang menolak beralih usaha.

Data yang dihimpun Solopos.com, Kamis (27/6/2019), 16 pedagang satai jamu yang menolak beralih usaha itu didata pada tahap pertama. Saat itu Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar mendata ada 38 warung satai jamu di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

"Awalnya 37 warung tetapi tambah satu warung disusulkan tim [Disnakkan] menjadi 38 warung. Dari jumlah itu 16 orang menolak beralih usaha. Sedangkan 22 pemilik warung sudah menerima bantuan dana alih usaha Rp5 juta per orang," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Karanganyar, Siti Sofiyah, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis.

Ke-16 pedagang yang menolak itu mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Solo. Tetapi mereka tinggal dan berjualan di Kabupaten Karanganyar.

Di sisi lain, empat tim gabungan Disnakkan, Baznas Karanganyar, DKK, dan Satpol PP terus mendata warung satai jamu hingga Rabu (26/6/2019). Mereka mendata 11 warung satai jamu di Jaten, Kebakkramat, Jumapolo, Gondangrejo, dan Mojogedang.

Siti menyampaikan tim sudah memverifikasi dan mengundang 11 pemilik warung satai jamu itu ke Kantor Disnakkan Karanganyar, Kamis. Total Disnakkan Karanganyar mendata ada 49 warung satai jamu di Karanganyar hingga Kamis.

"Dari 38 warung ada tambahan 11 warung, jadi 49 warung. Warung mereka ini kan ada yang tidak dikasih tulisan. Nah mungkin tercecer. Ini disusulkan datanya. Sudah diverifikasi. Kami undang ke sini [Kantor Disnakkan]. Semua mau beralih usaha dan masing-masing menerima Rp5 juta dari Baznas," ujar dia.

Dengan demikian, sudah 33 pedagang satai jamu yang bersedia beralih usaha. Siti mengungkapkan akan melaporkan proses itu kepada Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, masih optimistis 16 warung yang belum mau beralih usaha akan berubah pikiran. Bupati menyampaikan kebijakan Pemkab menutup warung satai jamu dan mengarahkan pemiliknya beralih usaha tidak terbatas waktu termasuk pendampingan terhadap usaha baru yang dirintis.

Bupati berjanji Pemkab akan membantu dan mendampingi mantan pedagang sate jamu yang ingin beralih usaha.

Sumber : solopos.com