Advertisement

Anggaran Insentif Lebaran 2026 Disiapkan Rp13 Triliun, Ini Rinciannya

Newswire
Kamis, 29 Januari 2026 - 22:07 WIB
Sunartono
Anggaran Insentif Lebaran 2026 Disiapkan Rp13 Triliun, Ini Rinciannya Ilustrasi uang rupiah / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan paket insentif ekonomi bernilai besar untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp13 triliun, mencakup diskon transportasi, potongan tarif tol, hingga bantuan sosial pangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, paket kebijakan Ramadhan dan Idul Fitri 2026 tersebut dirancang sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi tekanan inflasi selama periode libur panjang.

Advertisement

“Kisarannya Rp13 triliun,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis.

Menurut Airlangga, skema dan besaran insentif Lebaran tahun ini diproyeksikan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah juga masih menyiapkan sejumlah kebijakan tambahan yang akan diumumkan secara bertahap dalam waktu dekat.

“Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar,” katanya.

Paket insentif Ramadhan dan Idul Fitri 2026 mencakup diskon tarif transportasi umum, potongan tarif tol, serta penyaluran bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita. Seluruh kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat selama Lebaran.

Airlangga menjelaskan, kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dan terbukti efektif mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional. Realisasi sejumlah program bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Di sektor perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program tersebut berlaku untuk 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasinya mencapai 1,7 juta penumpang atau setara 112,6 persen.

Sementara pada angkutan laut, PT PELNI menerapkan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar, di luar asuransi dan pas pelabuhan, pada 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program tersebut berlaku di 25 kapal penumpang seluruh trayek, dengan realisasi lebih dari 406 ribu penumpang atau sekitar 100 persen dari target 405 ribu penumpang.

Adapun di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen dari tarif terpadu rata-rata. Kebijakan tersebut diterapkan di 16 pelabuhan dan delapan lintasan selama periode Nataru. Realisasi tercatat mencapai sekitar 206 ribu penumpang atau 90,9 persen dari target, serta 465 ribu kendaraan atau 94,5 persen dari target yang ditetapkan.

Di sektor penerbangan, pemerintah memberikan insentif melalui skema Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Rangkaian kebijakan tersebut mampu menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13–14 persen, dengan realisasi jumlah penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta penumpang, sekaligus menjadi acuan penyusunan insentif transportasi pada periode Lebaran 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kerugian Akibat Kebakaran di Sleman Sleman 2025 Capai Rp1,38 Miliar

Kerugian Akibat Kebakaran di Sleman Sleman 2025 Capai Rp1,38 Miliar

Sleman
| Kamis, 29 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement