Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan virus Nipah yang hingga kini belum memiliki vaksin. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun disebut mampu memutus potensi masuknya virus ke dalam tubuh.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp. IPT, menegaskan PHBS bersifat universal dan penting diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Prinsipnya membersihkan segala sesuatu yang menempel dari luar tubuh. Cara terbaik tetap mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun,” ujar Dominicus dalam webinar IDAI yang diikuti di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dalam kondisi tertentu ketika tidak tersedia air dan sabun, masyarakat diperbolehkan menggunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol dan gliserin sebagai alternatif sementara.
Menurut Dominicus, kebiasaan hidup bersih perlu dilakukan secara konsisten, terutama sebelum makan dan setelah melakukan kontak dengan orang lain atau benda yang berpotensi terkontaminasi.
“Sekarang alat pembersih tangan sudah mudah ditemukan. Kalau dibiasakan, sangat membantu mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk virus,” katanya.
Selain menjaga kebersihan tangan, PHBS juga perlu diterapkan pada makanan yang akan dikonsumsi. Makanan dianjurkan dicuci hingga bersih untuk menghindari kemungkinan terpapar virus yang bisa menempel melalui air liur hewan terkontaminasi.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu menjelaskan virus Nipah dapat dicegah dengan kebersihan yang baik, berbeda dengan beberapa virus berbahaya lain seperti Ebola.
“Kalau tangan dicuci dengan air mengalir dan sabun, air liur yang menempel akan hilang. Risiko terkena Nipah jadi sangat kecil. Berbeda dengan Ebola yang lebih sulit dicegah meskipun sudah cuci tangan dengan baik. Untungnya Ebola tidak ada di Indonesia,” jelasnya.
Terkait vaksin, Dominicus menyebut hingga saat ini vaksin virus Nipah masih dalam tahap uji klinis fase kedua yang berlangsung di Oxford, Inggris. Proses tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun sebelum bisa digunakan secara luas pada manusia.
Sementara itu, vaksin yang saat ini beredar di Indonesia belum terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap virus Nipah.
Dominicus juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai masa inkubasi virus yang berkisar antara 4 hingga 12 hari sejak virus masuk ke tubuh. Gejala awal biasanya menyerupai flu, demam, sakit kepala, nyeri otot, serta muntah.
Pada kondisi berat, virus Nipah dapat menyerang sistem saraf akibat infeksi otak yang menyebabkan penurunan kesadaran. Selain itu, virus juga bisa menyerang saluran pernapasan dengan gejala sesak napas akibat pneumonia, yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.