Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan virus Nipah yang hingga kini belum memiliki vaksin. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun disebut mampu memutus potensi masuknya virus ke dalam tubuh.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp. IPT, menegaskan PHBS bersifat universal dan penting diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Prinsipnya membersihkan segala sesuatu yang menempel dari luar tubuh. Cara terbaik tetap mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun,” ujar Dominicus dalam webinar IDAI yang diikuti di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dalam kondisi tertentu ketika tidak tersedia air dan sabun, masyarakat diperbolehkan menggunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol dan gliserin sebagai alternatif sementara.
Menurut Dominicus, kebiasaan hidup bersih perlu dilakukan secara konsisten, terutama sebelum makan dan setelah melakukan kontak dengan orang lain atau benda yang berpotensi terkontaminasi.
“Sekarang alat pembersih tangan sudah mudah ditemukan. Kalau dibiasakan, sangat membantu mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk virus,” katanya.
Selain menjaga kebersihan tangan, PHBS juga perlu diterapkan pada makanan yang akan dikonsumsi. Makanan dianjurkan dicuci hingga bersih untuk menghindari kemungkinan terpapar virus yang bisa menempel melalui air liur hewan terkontaminasi.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu menjelaskan virus Nipah dapat dicegah dengan kebersihan yang baik, berbeda dengan beberapa virus berbahaya lain seperti Ebola.
“Kalau tangan dicuci dengan air mengalir dan sabun, air liur yang menempel akan hilang. Risiko terkena Nipah jadi sangat kecil. Berbeda dengan Ebola yang lebih sulit dicegah meskipun sudah cuci tangan dengan baik. Untungnya Ebola tidak ada di Indonesia,” jelasnya.
Terkait vaksin, Dominicus menyebut hingga saat ini vaksin virus Nipah masih dalam tahap uji klinis fase kedua yang berlangsung di Oxford, Inggris. Proses tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun sebelum bisa digunakan secara luas pada manusia.
Sementara itu, vaksin yang saat ini beredar di Indonesia belum terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap virus Nipah.
Dominicus juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai masa inkubasi virus yang berkisar antara 4 hingga 12 hari sejak virus masuk ke tubuh. Gejala awal biasanya menyerupai flu, demam, sakit kepala, nyeri otot, serta muntah.
Pada kondisi berat, virus Nipah dapat menyerang sistem saraf akibat infeksi otak yang menyebabkan penurunan kesadaran. Selain itu, virus juga bisa menyerang saluran pernapasan dengan gejala sesak napas akibat pneumonia, yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun