Advertisement

Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi

Newswire
Kamis, 29 Januari 2026 - 17:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi Pemandangan sejumlah pusat perbelanjaan di distrik belanja Orchard Road di Singapura. Foto diambil 2 Juni 2016. /Reuters - Edgar Su

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Singapura memperketat langkah pencegahan masuknya virus Nipah dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan di Bandara Changi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan suhu tubuh penumpang di pintu kedatangan internasional.

Badan Penyakit Menular Singapura atau Communicable Diseases Agency (CDA) menyampaikan bahwa peringatan kesehatan juga akan disebarkan di berbagai titik masuk negara tersebut. Imbauan diberikan kepada pelancong yang baru tiba agar segera mencari bantuan medis apabila merasa tidak sehat setelah bepergian.

Advertisement

Selain itu, panduan pencegahan kesehatan juga diberikan kepada penumpang yang akan berangkat ke luar negeri, guna meminimalkan risiko penularan penyakit menular.

“Kami mengimbau pelancong masuk untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala sakit setelah perjalanan, serta memberikan edukasi kesehatan bagi pelancong keluar terkait langkah pencegahan,” demikian pernyataan CDA pada Rabu (28/1/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.

Tak hanya di sektor perjalanan internasional, Kementerian Tenaga Kerja Singapura turut meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari kawasan Asia Selatan, wilayah yang dinilai memiliki potensi risiko lebih tinggi terhadap penularan virus Nipah.

CDA menjelaskan bahwa penularan virus Nipah hingga kini diyakini terutama terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar, atau konsumsi getah pohon kurma serta buah-buahan yang terkontaminasi oleh hewan tersebut.

Meski demikian, Singapura menyatakan belum menemukan keberadaan virus Nipah di dalam negeri. Program pemantauan hayati atau bio-surveillance terhadap populasi kelelawar yang telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2011 belum mendeteksi adanya virus tersebut.

Langkah-langkah pencegahan ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi ancaman penyakit menular lintas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026

Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026

Sleman
| Sabtu, 21 Maret 2026, 08:37 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement