Anak 8 Tahun Diduga Main Korek Api, Rumah di Karanganyar Terbakar
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
Ilustrasi Sekolah Dasar (Solopos/Whisnupaksa)
Harianjogja.com, SRAGEN--Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen mengimbau para orang tua agar mewaspadai indikasi gerakan radikal yang diduga mulai masuk ke sekolah-sekolah di Sragen.
GP Ansor mengendus indikasi sekolah-sekolah tertentu yang mengarah pada gerakan sentimen terhadap pemerintah dan kelompok masyarakat. Seruan moral disampaikan Ketua GP Ansor Sragen, Endro Supriyadi, dalam jumpa pers di Press Room kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Rabu (19/6/2019).
Endro meminta para orang tua lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Dia mengingatkan gerakan radikalisme yang masuk ranah pendidikan. “Jangan sampai tertipu perilaku anak didik yang terkesan lebih religius," katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [Disdikbud] Sragen diminta mengawasi lembaga pendidikan. Kita berharap ke depan ada wawasan kebangsaan di dunia pendidikan tanpa doktrin yang bisa memicu perpecahan. Virus radikalisme mulai masuk ke beberapa sekolah. Orang tua harus peka,” katanya.
Endro mengaku belum memiliki data sekolah yang dimaksud secara pasti. Beberapa waktu lalu, dia menemukan perbedaan paham keyakinan di Sragen.
Anggota Komisi IV DPRD Sragen, Fathurrohman, mengatakan bila indikasi yang disampaikan GP Ansor benar maka Disdikbud harus jeli dan segera mengecek. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta Disdikbud mengawasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang bermuatan agama.
“Guru ektrakurikuler mestinya melaporkan tentang materi ekstrakurikuler agama ke Disdikbud sebagai sarana pengawasannya,” tambah dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.