Prabowo Imbau Pendukung Tak ke MK, Moeldoko: Keputusan Pak Prabowo Sangat Bijaksana

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
12 Juni 2019 19:27 WIB Yodie Hardiyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Imbauan Calon Presiden Prabowo Subianto supaya pendukungnya tidak berbondong-bondong hadir di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menyidangkan sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendapatkan apresiasi dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Saya pikir itu imbauan yang bagus," kata Moeldoko kepada jurnalis di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Moeldoko menyatakan pendukung pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 tidak ambigu atau mengartikan imbauan tersebut dengan cara yang lain. Moeldoko menyatakan Prabowo sudah jelas mengambil "jalan konstitusi" atau membawa masalah Pilpres 2019 ke MK.

"Jadi Pak Prabowo sudah mengatakan kita mengambil jalan konstitusi, sudah jelas mengatakan begitu kenapa masih ada peristiwa di jalanan. Nah itu berarti kan ambigu. Jangan. Itu sudah keputusan Pak Prabowo yang sangat bijaksana itu," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu meminta tidak ada lagi pendukung pasangan nomor urut 02 itu yang beraksi di jalanan. Moeldoko berharap tidak ada lagi orang-orang di sekitar Prabowo-Sandiaga yang mengembangkan pemikiran ambigu.

Seperti diketahui, Prabowo meminta para pendukungnya untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK yang akan menyidangkan sengketa hasil Pilpres 2019.

"Kalau Anda mendukung Prabowo-Sandiaga, mohon tidak perlu hadir di sekitar MK," kata Prabowo dalam sebuah rekaman video yang beredar di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia, pihaknya percaya pada hakim MK dan apapun keputusannya harus disikapi dengan dewasa dan tenang. Dia berharap para pendukungnya berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Kami mohon Anda percaya pada kami akan berbuat untuk bangsa dan negara. Kami selalu pikirkan yang terbaik untuk kepentingan rakyat," katanya.

Sumber : Bisnis.com