Advertisement
Berusaha Turunkan Tiket Pesawat, Ini yang Dilakukan Menhub…
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - Antara/Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali bersuara soal tarif tiket pesawat yang tinggi. Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini bakal menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat.
Menurut dia, jika TBA turun, maka kemungkinan tarif tiket pesawat juga turun. Dia menjelaskan, saat ini maskapai yang menjadi acuan atau (price leader) selalu bermain di TBA.
Advertisement
Sehingga, jika TBA turun, maka maskapai tersebut juga kemungkinan menurunkan harga yang nantinya maskapai lain mengikuti penurunan tersebut.
"Kalau batas bisa turun otomatis tidak ada lagi yang tinggi, akan turun, otomatis yang lain [maskapai] akan turun," kata dia usai meninjau Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019).
BACA JUGA
Dalam hal ini, Budi Karya menuturkan, keputusan menurunkan TBA merupakan saran dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Hasil rapat tersebut, Menhub ditugaskan untuk menurunkan TBA dalam satu minggu ini. "Kita sudah bicarakan ke Menko Perekonomian Pak Darmin. Atas saran Pak Darmin, saya akan evaluasi batas atas," tutur dia.
Sebelumnya, Budi Karya mengatakan, Kementerian Perhubungan memiliki kebijakan dengan menentukan TBA melihat kondisi ekonomi masyarakat. Ia berharap dengan TBA diturunkan harga tiket pesawat bisa terjangkau.
"Jadi dalam undang-undang itu disebutkan Kementerian Perhubungan dapat menentukan batas atas dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat," tambahnya.
Ia mencontohkan tarif yang diterapkan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebelum ini paling tinggi 60 - 70 persen dari TBA yang ditentukan. Menurutnya alasan Garuda memberlakukan tarif tersebut tak terlepas dari persaingan harga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Antusias Tinggi, Honda Prelude 2026 Laku Keras Sejak Awal
- Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 6 Januari 2026
- Tips Tampil Fresh Seharian Meski Tanpa Makeup Berlebihan
- Rekor Nataru 2025, Wisatawan Kulonprogo Tertinggi 3 Tahun
- Jadwal SIM Keliling Sleman, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Melonjak
Advertisement
Advertisement




