Advertisement
Kerap Terjadi Kecelakaan Pesawat di Pedalaman Papua, SAR Butuh Helikopter
Ilustrasi helikopter - Antara Foto/Foto: Heru Suyitno
Advertisement
Harianjogja.com, TIMIKA--Peralatan helikopter dinilai sangat dibutuhkan untuk melakukan evakuasi kecelakaan yang terjadi di pedalaman. Untuk itu, Jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) di wilayah regional empat khusus Papua membutuhkan dukungan peralatan helikopter yang bisa digerakkan sewaktu-waktu jika terjadi kecelakaan di wilayah pedalaman yang sulit terjangkau akses transportasi lainnya.
Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury, Jumat (1/3/2019) mengatakan keputusan penyediaan peralatan seperti helikopter dan lainnya sepenuhnya menjadi kebijakan pimpinan Badan SAR Nasional.
"Itu sepenuhnya menjadi kebijakan pimpinan, kami di daerah menunggu saja. Namun melihat kondisi yang ada di Papua khususnya di wilayah pedalaman dengan medan geografis yang begitu berat, angkutan helikopter ini memang sangat dibutuhkan untuk mendroping tim SAR maupun evakuasi korban," kata Monce.
Menurut dia, keberadaan alat angkut berupa helikopter lebih cocok ditempatkan di Kantor SAR Jayapura yang wilayahnya mencakup hampir seluruh kabupaten di wilayah pegunungan Papua.
Kasus-kasus kecelakaan pesawat terbang yang jatuh setelah menabrak gunung kerap terjadi di wilayah pedalaman Papua. "Lebih tepatnya peralatan seperti itu ditempatkan di Jayapura karena aksesnya lebih cepat ke pedalaman," jelas Monce.
Dalam penanganan pencarian dan pertolongan korban bencana kecelakaan pesawat terbang di pedalaman Papua selama ini, katanya, Kantor SAR Timika banyak dibantu oleh sarana angkutan helikopter Airfast milik PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan lainnya, serta armada angkutan milik jajaran TNI dan Polri.
"Selama ini kerja sama kami dengan tim emergency respon grup/ERG PT Freeport Indonesia dengan maskapai Airfast cukup bagus, saat kami melakukan operasi SAR mereka langsung menyediakan pesawat terbang atau helikopter untuk kami gunakan," ujarnya.
Kantor SAR Timika kini dilengkapi dengan sejumlah peralatan seperti kapal resque boat panjang 36 meter, kapal resque boat panjang 12 meter dilengkapi mesin bantu 200 PK dua unit, perahu motor 250 PK tiga unit yang masing-masing ditempatkan di Kantor SAR Timika, Pos SAR Asmat dan Pos SAR Kaimana serta perahu karet.
Adapun untuk pencarian dan pertolongan korban bencana di darat, Kantor SAR Timika dilengkapi dengan peralatan etrikasi yang berfungsi untuk membuka reruntuhan atau longsor, peralatan montering serta peralatan selam.
Selama dua bulan sejak Januari hingga Februari, Kantor SAR Timika menangani 12 musibah, dimana sebagian besar terjadi di wilayah perairan perbatasan Kabupaten Asmat dengan Kabupaten Mimika.
Hingga kini personel yang disiagakan di Kantor SAR Timika, Pos SAR Asmat dan Pos SAR Kaimana seluruhnya berjumlah 70 orang.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Sleman Perkirakan Dana Desa 2026 Hanya Rp350 Juta per Kalurahan
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari
- Penjelasan PSSI Terkait Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY, Kafi vs UAD
- Jaksa Ajukan Penyitaan Rumah Nadiem di Dharmawangsa
- Prabowo Perintahkan Dana Pensiun untuk Atlet Berprestasi
- Hasto Wardoyo Sebut Pilkada Lewat DPRD Hilangkan Emotional Bonding
- Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
Advertisement
Advertisement



